Wednesday, May 13, 2015

Telkom University Jalin Kerjasama dengan YEA Indonesia

YEA Indonesia merupakan lembaga pendidikan alternatif bagi anak muda yang ingin belajar menjadi seorang pengusaha. YEA Indonesia berdiri pada tanggal 31 Oktober 2007, beralamat di Jalan Teuku Angkasa No.26 Bandung.


Jaya Setiabudi, Founder YEA


Jaya Setiabudi atau lebih akrab dengan panggilan ‘Mas J’, lahir di Semarang, tanggal 27 April 1973. Mas J memasuki dunia kerja pertama dan terakhirnya di Astra Microtronics Technology (AMT), Batam (1997-1998). Cita-citanya menjadi pengusaha segera ia wujudkan dengan membuka usaha perdananya di bidang industrial supply.


Seperti lagu dangdut, ‘Jatuh Bangun’ menjadi ‘makanan’ Mas J dalam menjalankan usahanya. Untungnya, tidak ada kamus ‘menyerah’ dalam diri Mas J. Usaha yang dimulai dari modal dengkul dan berkendaraan ojek, menjelma menjadi sebuah grup perusahaan bernama Momentum Group, dengan bidang usaha: otomatisasi industri, mechanical & electrical, pemasok bahan masakan, konstruksi, pelatihan bisnis dan web Yukbisnis.com.


Hati Mas J pun terpanggil untuk mengembangkan iklim berwirausaha di Indonesia. Buah karyanya terbukti menciptakan wirausahawan wirausahawan yang tangguh dan berintegritas, antara lain: Entrepreneur Camp (Ecamp), Young Entreprenur Academy (YEA), YEA Virtual, juga mahakarya Yukbisnis.com. Bersama kawan-kawannya, Mas J juga mendirikan organisasi sosial kewirausahaan, bernama Entrepreneur Association (EA).


Berbagi tak pernah rugi, itulah prinsip hidup Mas J. Ia pun lantas gemar memberikan pelatihan dan motivasi bisnis. Ciri khas dari pelatihan Mas J, selain mudah dimengerti, juga menghibur. Sepulang dari mengikuti pelatihan bersama Mas J, para peserta tahu apa yang harus segera dilakukan agar bisnisnya semakin berjaya. Impian Mas J adalah memiliki Pusat Pembelajaran Kewirausahaan Terpadu dan Terbesar di Indonesia.


Tel-U Jalin Kerjasama dengan Young Entrepreneur Academy






yea indonesia's photo.





Telkom University (Tel-U) dan Young Entrepreneur Academy (YEA) resmi menjalin kerjasama. Penandatanganan MoU di antara keduanya dilakukan oleh Rektor Tel-U Prof.Dr.Mochammad Ashari, M.Eng.,Ph.D dan Direktur YEA Kukuh Indraprasena, S.Si di gedung Miossu Lantai Dasar, Selasa (5/5/2015). Kerjasama mencakup pemberian beasiswa sarjana wirausaha, entrepreneur camp (e-camp) bagi mahasiswa, training for trainer, YEA executive program (YEA XPRO) untuk para pegawai. Dalam sambutannya, Ashari mengungkapkan harapannya kerjasama ini dapat memberi kontribusi terhadap kemajuan bangsa. Entrepreneur dapat menjadi solusi bagi bangsa, karena tidak mungkin industri dapat menampung seluruh lulusan dan menyediakan lapangan kerja.
“Mari kita sama-sama memperbaiki anak bangsa supaya semakin mandiri dan martabat bangsa Indonesia lebih baik atau sejajar dengan bangsa-bangsa lain,” kata Azhari –


Telkom University Jalin Kerjasama dengan YEA Indonesia

Saturday, May 2, 2015

Tips Reseller: Kenapa Saya Gagal Menjual?

Lebih mudah mana: menjual banyak macam produk atau 1 macam produk? Banyak macam produk seperti: baju, hijab, herbal, sepatu, tas, alat tulis, sepeda, elektronik, dan lainnya.


Kalau belum praktik, mungkin Anda akan bilang “lebih mudah menjual banyak produk donk, kan ada pilihan..”. Pada kenyataannya, saat Anda diberi banyak pilihan Anda akan:

1. Menjual keseluruhan secara bersamaan.

2. Memilih salah 1 produk dan menjualnya, jika gagal, akan mencoba produk lainnya.

3. Menentukan 1 produk dan fokus berusaha menjual produk tersebut sampai berhasil.

Pilihan 1 dan 2 terbanyak, jarang sekali yang melakukan pilihan 3.


Kenapa gagal?


Gagal sebetulnya hal biasa, karena itu proses belajar. Hanya saja kebanyakan orang menyerah atau menyalahkan sebab diluar dirinya. Hal itulah yang membuatnya tak menemukan ‘sebab utama’ atas kegagalannya.


Menjual banyak produk bersamaan membuat otak tidak fokus. Masalah yang akan timbul:
• Mana yang mau ditonjolkan?
• Product knowledge mana yang akan dipelajari lebih dalam?
• Target pasar mana yang akan dibidik?
• Apakah target pasarnya sama?
• Apa nama toko yang akan Anda gunakan? PaLuGaDa atau Doraemon?
• Berapa banyak tim yang Anda perlukan untuk mengurusi penjualan multi produk?
 photo tips untuk reseller jualan.jpg


Tak menjadi masalah jika tim Anda kuat. Namun jika Anda mulai dari diri Anda sendiri, Anda akan kelimpungan dan hasilnya minim.


Tak menjadi masalah juga jika Anda membuka supermarket di hutan. Namun jika sekitar Anda sudah berjamur supermarket, Anda harus masuk ke ‘spesial’ market.


Memilih 1 (macam) produk diantara banyak pilihan produk. Hal ini adalah pilihan yang tepat di iklim persaingan. Hanya saja sering terjadi: Jika gagal menjual, akan beralih ke produk berikutnya. Kenapa begitu? Iya kalau saat menjual langsung tokcer, kalau gak laku-laku? Akan timbul pemikiran, “Apa mungkin salah pilih produk yaa..?”. Padahal bisa jadi:
• Cara menjualnya yang salah.
• Pengetahuan detail produk kurang.
• Pemilihan target pasar yang keliru.
• Kompetisinya terlalu tinggi (diferensiasi kurang).
Selain alasan yang terakhir, tak ada alasan untuk mengganti produk. Tidak ada salahnya mengganti produk, tapi jangan biasakan diri Anda menyerah apalagi menyalahkan saat terjadi kegagalan.


“Sukses berpola, Gagal juga berpola”


Apalagi jika ada orang yang telah terbukti berhasil menjual produk yang serupa. Artinya bukan produknya yang salah, tapi ikhtiar Anda yang kurang sempurna.


Fokus 1 produk sampai berhasil..! Hal ini adalah pilihan terbaik, kecuali dalam 1 kondisi: terlalu banyak pesaing dan sensitive terhadap harga. Mindset fokus terhadap 1 produk, membuat Anda melakukan upaya serius untuk mempelajari seluk beluk produk tersebut.


“Semakin belajar, semakin tahu seluk beluknya..
Semakin tahu, semakin mampu menjelaskan
dan menjawab pertanyaan,
semakin percaya diri..”


Percaya diri yang dibentuk dari pengetahuan yang mendalam menghasilkan tipe penjual yang ahli, bukan sekedar ‘ngecap’.


Mindset serupa juga kami tekankan kepada para reseller Yubistore (Yubi Juragan). Meski banyak pilihan produk di Yubistore, pilihlah hanya 1 produk penetrasi. Fokus dan pelajarilah seluk beluknya. Siapa yang membutuhkan? Dimana mereka biasa berkumpul? Kenapa mereka harus membeli produk Anda? Bagaimana cara menyampaikan pesan yang benar?


Anggaplah seolah Anda hanya memiliki 1 produk itu saja, cintailah dia, jualah dengan hati..


“Semua produk bagus, asalkan ditekuni dengan serius. Menjual kacang saja bisa jadi miliarder..” Terbukti..!



Tips Reseller: Kenapa Saya Gagal Menjual?

Sunday, April 19, 2015

Pengusaha Pemula Tidak Fokus

Materi ini adalah lanjutan dari kultwit mas Jaya Setiabudi sebelumnya tentang kesalahan pengusaha pemula yaitu Tidak Fokus. Jika sebelumnya dibahas ketidakfokusan pengusaha pemula karena bisnisnya mulai berhasil, sekarang dibahas tentang pengusaha pemula yang gonta ganti bisnis karena bisnisnya tidak berhasil. Yuk kita simak…


 photo pengusaha pemula tidak fokus.jpg


1.Jika kmrn kita bahas penyakit pecah #Fokus karena usaha mulai kelihatan hasilnya. Kali ini sebaliknya..


2.Lebih banyak pengusaha saat mulai tak semulus yg direncanakan. Ntah karena targetnya terlalu muluk atau salah langkah.


3.Kemudian terlihatlah rumput tetangga yg lebih hijau, “WoW, kelihatannya lbh gampang, modal kecil, untung guess..”


4.Bukalah usaha kedua, mirip rumput tetangga. Bulan pertama, sepi. Bulan kedua, belum hijau juga.. Piye nih..?!


5.Hati mulai bimbang, apalagi stlh bulan keenam belum panen juga. Sementara bisnis pertama makin terpuruk krn tak terurus.


6.Ia pun bergumam, “Mungkin tadi bukan rumput beneran, tapi sintetis..! Uhh kesell..”


7.Tiba2 datang seorang kawan lama, membawa sebongkah harapan, namanya: PELUANG BARU. Iya BARU.. lagi Happening..!


8.Assiiikk.. kali ini beneran gak perlu modal, cuma pake dengkul teman, berhadiah ribuan dollar perbulan. PELANGI..!


9.Sebulan.. dua bulan.. tiga bulan.. gak jalan2 juga.. sementara kedua bisnis sebelumnya nungging meninggalkan segudang HUTANG.


10.Karena serbuan tagihan bertubi2, ia pun kelimpungan. Bisnis ketiga tak kunjung menghasilkan. Oh pelangi, hanya ilusi..


11.Tepat 2 tahun 4 bulan, nyerah deh dia.. katanya: Bisnis itu susahh..! NYERAH… KO.. the end.


12.Apa/siapa yg salah? Bisnisnya atau Orangnya? Kalo bisnisnya salah, kenapa orang lain bisa sukses dg bisnis yg sama?


13.Sukses Berpola, Gagal Berpola.. Dia hanya tergiur oleh hasil, tak melakukan rekam jejak pendahulunya..


14.Apa yg ia lihat hanyalah hasil akhir yg nikmat, bukan belajar memahami proses saat berdarah.


15.Ternyata, si tetangga telah berlatih 1 jurus bisnis selama tahunan, #Fokus 1 dan menekuninya.


16.Saat bisnisnya menurun, dia berkata, “Pasti ada celah yg belum kuketahui. Akan kucari..”


17.Saat kawannya menawarkan bisnis lain, ia berkata, “NO, bukan bisnisnya, tapi AKUnya…” Fokus lagi..


18.Hingga suatu saat.. terbukti bahwa >> “Ketekunan menemukan jalan kesuksesan…”.


19.Tak ada kesuksesan yg dibangun semalam, tanpa perjuangan, tanpa pembelajaran, tanpa ketekunan. Itu hukumnya..


20.Rumput tetangga terlihat hijau, padahal sintetis. Bisnis tetangga terlihat untung, padahal sedang buntung.


21.Sekian.. Stay FOKUS, Titik.



Pengusaha Pemula Tidak Fokus

Monday, April 13, 2015

Targetmu Tercapaikah?


Semua orang ingin sukses, tapi tak semua orang layak sukses. Jalan sukses itu berliku, terjal, naik, berbelok-belok, memutar, tapi jalan itu ada! Jalan itu terbuka untuk semua orang, termasuk Anda, tapi tak semua orang akan sampai ke finish. Banyak godaan untuk berhenti, baik faktor langit ataupun bumi dikambing hitamkan. Jarang ada orang yang ‘mengepel’ (baca:introspeksi) saat terpeleset. Banyak juga yang mengulangi kesalahan yang sama dengan dalih ‘konsistensi’.


“You can not live with yesterday standard and expect extraordinary income today!”


Dibutuhkan ekstra kreativitas, pertambahan knowledge untuk menghadapi perubahan dan persaingan. Jika tahun ini anda membuka toko dan laris, tahun depan pasti banyak toko serupa di sekitar Anda. Hargapun akan banting-bantingan. Itu sudah hukum alam, jangan salahkan kompetitor. Salahkan diri Anda yang tak mau berubah.


Dimana Anda tahun lalu? Kemajuan apa yang Anda capai di tahun ini? Mungkin tahun lalu Anda belum mulai usaha, tapi sekarang Anda sudah menjadi pengusaha. Bisa jadi usaha Anda maju pesat dalam setahun, tapi bisa jadi Anda sedang bangkrut saat ini. Bukan hanya hasilnya yang patut dipuji, tapi spirit Anda untuk tetap bergerak, bangkit dari kegagalan yang patut diacungi dobel jempol! Itulah Entrepreneur Sejati! Hidup tak selamanya adil. Mungkin Anda sekarang barusan tertipu, difitnah, jangan kurangi spirit Anda. Meskipun Anda sedang dibawah, yang penting Anda terus bergerak.


Sekarang waktunya kawan…, untuk EVALUASI. Menghitung pencapaian dan kerugian. Re-strategi untuk kemajuan. Menengok kebelakang, mengecek perbekalan, menetapkan tujuan di tahun yang baru. Jangan katakan Anda tak punya waktu untuk ‘mengasah gergaji’ Anda, karena itu bukan pilihan, tapi keharusan.






A user's photo.





Cukup 30 menit + 10 menit! Cari tempat yang tenang.. No hape, No children, No voice, Just between You and God! Sediakan selembar kertas putih dan pena.


10 MENIT PERTAMA


Rileks dan ingat-ingat kembali, apa target-target Anda tahun ini? Mana yang tercapai, mana yang tidak. Kenapa tidak tercapai? Bagaimana cara memperbaikinya? Jika tahun ini tidak ada target, sesalilah kondisi Anda saat ini yang tidak banyak perubahan. Menangislah jika perlu, seolah-olah hari ini adalah hari terakhir Anda didunia. Seolah-olah malaikat sedang meng-audit hasil kerja Anda tahun ini. Berjanjilah untuk tidak mensia-siakan waktu.


10 MENIT KEDUA


Buat target baru tahun depan. Berapa target penghasilan Anda perbulan? Prestasi apa yang akan Anda capai! Tentukan tanggalnya! Apa komitmen sosial Anda? Berapa target zakat yang akan Anda bayar tahun depan? Berapa banyak anak yatim yang akan Anda santuni? Perbaikan hidup seperti apa yang Anda targetkan untuk keluarga Anda? Targetkan berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Visualisasikan dalam bentuk gambar. Tulis tanggal pencapaian Anda. Jangan membuat target sesuai dengan kemampuan anda sekarang, tapi sedikit lebih dari apa yang anda pikirkan. Sesungguhnya kemampuan kita melebihi apa yang kita pikirkan.


“Only those who can see the invisibles, can do the impossibles”


10 MENIT KETIGA


Bagaimana cara mencapai target-target Anda diatas? Gajah pun bisa dimakan kalau dipotong-potong, dibuat dendeng, abon dan di sup dagingnya. Potong-potong target tahunan Anda menjadi target 6 bulan, 3 bulan, bulanan, mingguan dan harian. Pikirkan strategi untuk mencapai target-target Anda, kemudian tuliskan. Jangan lupa ACTION, bukan hanya rencana saja!!!


+10 MENIT


“Mohon Ampunan-Mu ya Allah atas waktu yang terbuang percuma, bahkan ternoda oleh banyak dosa. Semoga Engkau masih memberikan hamba nafas untuk mejadi lebih baik dan mensyukuri segala rahmat-Mu..”


Jangan puas terhadap apa yang kita capai, tapi syukuri apa yang telah kita dapatkan. Kita telah diberikan waktu puluhan tahun untuk bernafas. Apa balasan kita kepada-Nya? Bahkan selalu kita meminta karena kekurangan. Pernahkah kita bersyukur atas diri kita terlahir utuh. Pernahkah kita bersyukur atas segala nikmat yang tak terhitung?


Terakhir, barulah kita memohon keilmuan, pemahaman, kesabaran atas upaya kita dan hanya bersandar kepadaNya..


“Sukses bukan masalah pencapaian saja, tapi bertumbuh ke potensi maksimal yang diberikan Sang Pencipta kepada kita..”



 


Targetmu Tercapaikah?

Friday, April 10, 2015

Penyakit Pengusaha Pemula

Di bawah ini adalah kultwit dari Mas Jaya Setiabudi tentang kesalahan yang sering dilakukan oleh pengusaha pemula yaitu Tidak Fokus. Selamat mengambil pelajaran.


 photo Jaya-Setiabudi-Founder-Yukbisnis.Com_.jpg


CoolTwit ahh.. Judule “Penyakit Pengusaha Pemula..”. Bantu RT yuk, biar


1.Sebelum jadi pengusaha, biasanya calon pengusaha akan ragu atau takut nyemplung ke dunia usaha.


2.Banyak ‘kalau kalau’, bingung mau ngapain pertama kali, usaha apa, banyak keraguan muncul dalam benak mereka.


3.Ternyata setelah melangkah, ehh gak seperti apa yg dipikirkan. Ternyat mudah yah jadi pengusaha. Asik.. (awalnya…)


4.Seperti anak kecil yg dapat mainan baru, exited..! Terbukalah ‘cakra’ pengusaha mereka. Dunia pengusaha jadi ‘tampak’ mudah.


5.Saat bisnis mulai berjalan dan menghasilkan income, yg mungkin tak disangka.. mulailah mereka tergoda membuka usaha baru lainnya.


6.Dengan dalih usaha pertama sudah jalan dan ada yg menjalankan, ia (biar lbh ngena) mulai pecah mengurus usaha kedua.


7.Saat usaha kedua (baru) mulai kelihatan hasilnya, ada tawaran u/ join buka usaha bersama kawannya. Peluang nih..


8.Masuklah ia ke usaha ketiga, seperti dapat anak kecil, mainan baru membuatnya asik & meninggalkan ‘mainan’ lamanya.


9.Beberapa bulan kemudian… Jreng Jreng.. perusahaan pertama mulai ‘batuk2’, meminta tambahan modal. Ntah kenapa..


10.Belum selesai recover usaha pertama, ehh usaha kedua juga mulai ‘pilek’ dan minta dana pengobatan..


11.Sementara usaha ketiga lagi bagus2nya dan juga membutuhkan penambahan modal. Gimana nih..? Mana yg harus didahulukan?!


12.Seperti atraksi permainan piring, dia harus lari kesana-kemari u/ membuat piringnya tetap berputar, sibuk, tapi tak maju maju.


13.Selang beberapa bulan kemudian, ia lelah, tutup ketiganya dan meninggalkan hutang. Tragis..


14.Itulah penyakit Pengusaha Pemula. Sok Jagoan..! Berhasil sedikit sudah serakah, semua mau dijamah..


15.Saya pun pernah mengalaminya. Seperti membangun menara2 yg tak pernah kelar..


16.Siapa yg pernah berada di fase itu? Atau mungkin sekarang sedang mengalaminya? Ngaku hayyoo..


17.Saya akan katakan “Usaha2 Anda akan mati, karena kehilangan ”. Kecuali…


18.Kecuali punya tim yg benar2 kuat, punya leadership yg kuat atau punya duit u/ akuisisi tim kuat. Jika tidak? Jamin Tutup segera.


19.Membuka usaha spt mengajar anak berjalan. Perlu waktu dan ketekunan.


20.Ibarat anak Anda belajar musik, mana mungkin jadi maestro, jika semua alat musik dipegangnya..?!


21.Anak Anda hanya akan menjadi musisi rata-rata. Kenny G hanya main Saxofone. Vanessa Mae hanya main Violin.


22.Usaha yg tak akan kehilangan HATI dan INOVASI. Jika bertahan, hanya akan jadi RATA-RATA, bukan HEBAT.


23.”Tapi aku banyak waktu luang Mas J” >> pikirkan pembenahan, inovasi, membangun branding yg kuat.


24.Kecuali usaha Anda hanya bersifat sapi perah sementara dan generik, silakan buka lainnya.


25.Besok kita lanjut kasus lain tentang kehilangan . Sekian, semoga bermanfaat..




Penyakit Pengusaha Pemula

Tuesday, April 7, 2015

Apakah Pengusaha Perlu Visi?

Materi ini diambil dari akun twitter mas Jaya Setiabudi di @JayaYEA


 photo mission-and-vision-statement.jpeg


1.Apakah Pengusaha Perlu ? Mendadak cooltwit..


2.Kalo Anda googling ttg Business Plan, hampir semua dimulai dengan , atau setidaknya Latar Belakang.


3.Kalo Latar Belakang, saya setuju, Latar Depan, malah lebih setuju, tapi tidak dengan


4.Kalo gak percaya, kumpulkan 100 orang pengusaha tersukses di Indo ataupun Luar, yg bukan warisan, apa mrk mulai dg ?


5.Bahkan Anda akan temukan mayoritas mulai karena kepepet, sisanya karena pilihan mereka.


6.Jadi kalo usaha pertama kali, gak usah mikir terlalu panjang, mulai aja, daripada KEBERANIAN Anda menguap.


7.Nah, setelah usaha dimulai dan bertumbuh, terutama memiliki karyawan, barulah Anda perlu: , Misi, Target. Kenapa?


8.Karena saat awal mulai, Anda masih sendirian, kecuali Anda langsung memboyong banyak tim.


9.Analoginya: Pertama usaha masih latihan, yg penting bisa survive. Mulailah arah terbaca sambil jalan.


10.Kalo Anda sdh punya karyawan dan msh belum punya ‘ARAH’ atau itu baru membingungkan pengikut Anda.


11.Adapun mereka yg sejak awal sudah punya yg jelas, tentu sangat luar biasa. Asal actionnya sejelas visinya..


12.Bayangkan jika Anda nahkoda suatu kapal tanpa arah tujuan, apa gak awak kapal Anda jadi bingung? Itulah gunanya


13.Banyak perusahaan yg dibuat seolah sebagai pemenuhan administrasi << salar besar.


14.Justru yg benar harus mampu MENGGETARKAN para ABK Anda. Sehingga mrk jg ikut mendukung perjalanan Anda.


15.Jadi gak harus dengan bahasa langit yg seolah wah Anda, tapi dg bahasa sederhana yg mampu dimengerti ABK Anda.


16.Trus apakah perencanaan & usaha penting? Tunggu cooltwit berikutnya..


17.”You may build a castle in the sky, but start working on the foundation NOW..!”



Apakah Pengusaha Perlu Visi?

Friday, April 3, 2015

Yuk Memperdalam Islam

 Di bawah ini adalah kultwit dari Mas Jaya Setiabudi yang menggambarkan biografi singkat beliau & ajakan untuk memperdalam islam. 


    • Bagi yg mengaku beragama Islam, siapa yg BELUM bisa NGAJI (Baca #Quran)? Cung…

    • Cerita dikit yaa.. Saya masuk Islam umur 12 tahun, saat melihat kakak2 saya sholat dg tertibnya.

    • Sejak itu saya berjanji tak akan meninggalkan sholat & puasa wajib. Alhamdulillaah sampe skrg gak pernah. Gak ontime sering :p

    • Saat itu kedua ortu belum masuk Islam. Ayah masuk Islam setahun sebelum meninggal. Ibu masih Katolik, Kakak Perempuan Protestan.

    • Kita semua sekolah di SD Xaverius (katholik) Semarang. Mulai SMP semua di sekolah Negeri agar berbaur.

    • Saya berani jamin dengan leher saya bahwa ayah saya adalah NASIONALIS SEJATI. Beliau mengajar kita u/ berbaur.

    • Jaman kami dulu di SMP, tionghoa bisa dihitung jari. Kakak saya adalah Ketua Osis ‘sipit’ pertama di SMP Negri.

    • 1 minggu setelah masuk Islam, tetangga sebelah mengundang guru u/ belajar sholat. >> Saya numpang belajar.

    • Kakak pertama saya baru diijinkan sunat/khitan di usia 17 tahun, saya saat SMP, langsung bengkak, hehe..

    • Saat masuk STM, guru agama saya rutin antar jemput saya dg sepeda motor u/ pengajian tiap malam Jumat.

    • Saya ikut Ikatan Remaja Masjid Raya Baiturahman Semarang saat itu. Dan mulai belajar mengaji juga.

    • Alhamdulillaah, saya termasuk dapat kemudahan untuk belajar baca #Quran >> Tapi baca aja, belum paham..

    • Saat kuliah, saya beruntung bertemu seorang guru yg ilmunya mumpuni. Saat itu amalan saya full dari subuh hingga tahajud.

    • Bacaan2 saya SAAT ITU: Wirdul Latif, Sakran, Rotib Al Haddad, Waqiah,tahajjud & puasa sunah hampir gak pernah putus.

    • Hanya saja, semua itu mulai pudar, saat saya bekerja di Batam. Saya mulai mentoleransi nilai2 saya, satu-persatu amalan berguguran.

    • Meski sholat wajib tetap jalan, yg sunah rontok nyaris semua. Dzikir? Rontok juga. Entertaint customer jadi kebiasaan.

    • Saya pun memutuskan hijrah dari Batam. Alhamdulillaah suasana di Bandung sangat kondusif. Para Ustad sering berkunjung.

    • Saat ini saya memutuskan, kerinduan saya untuk kembali ke jalan yg benar. Keinginan memperdalam Islam sebelum kematian.

    • Alhamdulillaah doa terjawab, bbrp minggu lalu, datang Ust @mfatihkarim dg tim @CintaQuranID >> Ternyata belajar Terjemah # cukup mudah.

    • Saya akan ikutan training Terjemah #Quran, kemudian Bahasa Arab. Agar lebih memahami ‘Manual Book’ yg telah Allah turunkan.

    • Saya bukan ustad, bukan motivator, tetap juragan ajah.. Jika bisa mengajak dalam kebaikan, semoga bisa menebus dosa2 saya dulu.

    • Jangan hanya jadi Islam KTP. Yuk sama2 belajar dg totalitas. Semoga tidak menggurui, karena ilmu saya juga masih cetek.

    • Ohya, yg belum bisa baca #, ikuti aja programnya @CintaQuranID >> 8 Jam bisa baca # >> Saya udah lihat metodenya. GAMPANG & ASIK

    • Hijrah & Belajar HARUS DIPAKSAKAN >> Gak akan pernah ada waktu yg pas, selalu digoda dengan ALASAN !!

    • Caranya? DAFTAR DULU, baru geser jadwal2 yg lain. Kalo kita gak daftar (bayar), pasti akan berusaha membuat beribu alasan..

 photo cintaquranid.jpeg


 



Yuk Memperdalam Islam