Banyaknya orang2 terkaya di dunia ini yang ternyata drop out kuliah adalah fenomena yang menarik. Hal ini pula yang banyak dijadikan pembenaran oleh anak-anak muda yang memang dasarnya pemalas.
Sebanarnya bagaimana fenomena ini dengan sudut pandang yang benar? Hal inilah yang dibahas oleh Mas Jaya Setiabudi beberapa hari yang lalu di akun twitter @JayaYEA. Bagi Anda yang belum menyimak, dibawah ini adalah pembahasan tersebut.
——————————————–
Kenapa Orang2 Terkaya yang Termuda Drop Out Kuliah?
Sering kita mendengar “Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckeberg aja gak lulus kuliah bisa jadi terkaya. Ngapain sekolah?
Atau dg kalimat terbalik “Lihat tuh, banyak sarjana bahkan master bisnis, tapi malah gak jadi pengusaha?!
Kemudian para pemalas pun mengutip kata2 itu untuk membuat alasan drop out atau lebih tepat out duluan.
Alhasil setelah drop out, gak jadi pengusaha muda yang kaya juga, karena salah memahami POLA & ANALOGI.
Memang benar bahwa kebanyakan orang yg belajar manajemen berlebih saat kuliah, justru ketakutan untuk memulai.
Tapi hal itu tak berlaku untuk kasus ketiga orang pengusaha muda terkaya tersebut. Bill Gates & Mark Zuckerberg pernah kuliah di Hardvard.
Mungkin sebagai pembanding, masuk di Hardvard, serupa dengan masuk di ITB (Bandung). IQ diatas 130.
Jika ingin tahu detail ceritanya, tonton saja 2x film Sosial Network, Jobs & Pirate of Silicon Valley.
Mark Zuck pendiri FB, dia sudah jago coding sebelum masuk harvard. Dan dia tak menunggu dosennya mengajar, baru belajar.
Karena akselerasi dan inisiatif belajar mereka yang tinggi, mereka menjadi tak sabaran dg kurikulum yg ada.
Kecepatan mereka belajar melebihi kurikulum yg standar. Alhasil mereka boring & KELUAR. Buat apa menunggu?
Sebagian dari mereka memang ada yang kepepet biaya. Tapi mereka tetap belajar di luar bangku kuliah, bahkan lebih pesat.
Jadi saya setuju jika Anda DROP OUT Kuliah >> Jika akselerasi belajar Anda melebihi kurikulum yg ada.
Selain itu? Ya ngaca donk.. Males2an di kampus, main game terus di rumah, bisnis juga banyak alesan, ehh mau sukses.
Saya merasakan apa yg mereka rasakan, meski IQ saya tak setinggi mereka. Ketertarikan saya dg dunia elektro saat msh SD membuat saya tak mau menunggu. Saat liburan semester klas 5, saya belajar membuat rangkaian elektronik.
Saya tak betah dg pelajaran2 hafalan di bangku SMP, maka saya putuskan u/ masuk STM, krn banyak praktik.
Saat kuliah, saya sering titip absen, kemudian saya ambil kursus ke praktisi micro controller diluar kuliah.
Mungkin jika bukan untuk orang tua, saya tak akan masuk bangku SMP. Sayang dulu belum ada home school.
Chief Programer Yukbisnis adalah drop out dari informatika Binus. Bukan karena pemalas, justru sebaliknya terlalu rajin.
Sejak SMP dia sudah belajar coding & hacking. SMA sudah membuat & menjual program akutansi. Kuliah menjadi kemunduran baginya.
Nah, bagi Anda yg menggunakan alasan Bill Gates aja drop out kuliah, coba ambil CERMIN yang BESAR, trus tanya “Pantaskah?”
Kuliah (Yang Benar) sangat bermanfaat u/ belajar NALAR, komunikasi, pola pikir, selain hal teknis sesuai jurusan.
Jika Anda kuliah di Kampus ECEK2, yg para dosennya hanya baca buku saat mengajar & ujian serupa thn lalu >> DROP OUT AJA.
Justru kejarlah dosen2 KILLER yg membuat Anda beneran pinter, bukan sekadar dapat Gelar SARJANAHH.
Kuliah belum tentu belajar dan belajar tak harus di bangku kuliah.. Think..! wassalam..
Kenapa Orang2 Terkaya Drop Out Kuliah?