Tuesday, September 30, 2014

Kualitas pertanyaan menemukan kualitas jawaban

Apa Bedanya: PERNYATAAN.. MEMPERTANYAKAN..?! PERTANYAAN..?


Inilah penjelasannya..


PERNYATAAN


“Aku tak setuju dengan teorimu, karena bla bla bla..”

“Menurut aku yang benar adalah seperti ini…”

Jika Anda menemui orang yang telah memberikan pernyataan, penilaian, pendapat, tanpa ada kalimat tanya, lebih baik tak perlu dijelaskan, karena 90% argumen Anda akan dipatahkan dengan alasan atau doktrin yang telah diyakininya. Termasuk saat orang menilai buruk tentang diri Anda. Biarkan saja, toh penilaian hakiki itu ada dimata Allah.


“Janganlah memberi makan kepada orang yang kekenyangan.

Janganlah memberi minum kepada orang yang kembung perutnya.”


MEMPERTANYAKAN


“Mana mungkin bisa seperti itu..?”

“Masak sih bisa beli rumah gak pakai duit..?”

Peluang menjawab pertanyaan dengan keraguan seperti ini adalah fifty-fifty. Mungkin mereka memerlukan bukti lebih lanjut. Mungkin mereka merasa terlalu indah untuk dipercaya. Dengan penjelasan yang masuk nalar mereka, in syaa Allah mereka akan menerima. Tapi jika Anda sebagai pembelajar, hindarilah mempertanyakan, namun bertanyalah..


PERTANYAAN


“Bagaimana caranya buka bisnis bisa langsung laris..?”

“Bolehkah saya tahu, apa yang menyebabkan Anda berkata demikian..?”

Nah, pertanyaan-pertanyaan seperti diatas hanya akan keluar dari pembelajar yang memiliki kerendahan hati.


Ilmu seperti air, hanya akan mengalir kepada mereka yang merendahkan hatinya..


…dan kualitas pertanyaan itulah yang akan menemukan kualitas jawabannya..


—————————————————-


Sumber: https://www.facebook.com/JayaYEA



Kualitas pertanyaan menemukan kualitas jawaban

Monday, September 29, 2014

Strategi Online Shop

Bagaimanakah Strategi online shop yang benar? Yuk simak kultwit yang diambil dari twitter Mas Jaya Setiabudi @JayaYEA berikut ini


online shop strategi.jpg


Online Shop Strategy


  1. Jika Anda pebisnis online, mungkin ada mengalami atau mendapat pertanyaan spt ini….

  2. Jualan via fb, insta, twit, penjualan besar, tapi gak stabil b.Udah punya web, tapi koq sepi2 aja.

  3. Atau bingung, perlukah web, kan jualan via socmed aja udah laris manis?

  4. Inilah jawabannya.. Strategi Penjualan ONLINE

  5. Instagram, forum, twit, fb, chat atau socmed lain itu spt TEMPAT PAMERAN di Mall, ruamee, tapi tdk long last.

  6. Coba ingat jaman dahulu, ICQ, friendster, tumbang ganti fb, twit, path, instagram, dll. Cuma 1 yg everlasting >> WEB

  7. Bukan brarti socmed tak berguna lho. Justru Socmed itu LEVERAGE-nya WEB. Bahkan menjadi bagian dari algoritma google.

  8. WEB itu ibarat MARKAS-nya, sedang socmed adalah STAN PAMERAN. Push para pelanggan ke Markas Anda dan lakukan Closing.

  9. Di socmed Anda tak bisa menyimpan database nama & email pelanggan, tapi di web Anda bisa. Kumpulkan & kategorikan

  10. Gunakan ‘PRODUK PENETRASI’ yg banyak dicari atau mudah dijual serupa dg Target Pasar yg Anda bidik.

  11. Ayah saya berkata,”We may lose some battles to win the war” >> rugi dlm bbrp produk, tapi untung di produk lainnya.

  12. Saat database pembeli sudah terkumpul, lakukan email marketing u/ mengundang mrk belanja kembali saat ada PROMO.

  13. Gunanya BLOG? >> Pintu belakang atau jendela untuk masuk ke MARKAS melalui KONTEN EDUKASI.

  14. Karena lebih mudah membuat orang membeli saat dia sudah PERCAYA >> inilah celah BLOG, kasih manfaat & org percaya.

  15. Idealnya BLOG terintegrasi dalam WEB, seperti yg ada di Yukbisnis[dot]com. Spt pintu depan & pintu belakang.

  16. Saat orang masuk lewat ‘belakang’ dan nyaman di TOKO kita, dia NGLIRIK apa yg ada di bagian DEPAN.

  17. Jadi.. yang masih terlena dg omzet socmed sesaat, siap2 merana kemudian atau insyaf dan mulai bangun ‘markasnya’.

  18. Buka GRATIS? Fiturnya KOMPLIT. Pilih TEMA sesukamu, 5 menit aja, disini >>

  19. Logika ini juga berlaku u/ retail OFFLINE. Socmed spt Reseller, Web spt Distribusi. Jangan terlena oleh omzet sesaat..

  20. Lain waktu kita bahas versi offlinenya.. sekian, langsung action buka di >>


Strategi Online Shop

Wednesday, September 24, 2014

Kenapa Orang2 Terkaya Drop Out Kuliah?

Banyaknya orang2 terkaya di dunia ini yang ternyata drop out kuliah adalah fenomena yang menarik. Hal ini pula yang banyak dijadikan pembenaran oleh anak-anak muda yang memang dasarnya pemalas.


Sebanarnya bagaimana fenomena ini dengan sudut pandang yang benar? Hal inilah yang dibahas oleh Mas Jaya Setiabudi beberapa hari yang lalu di akun twitter @JayaYEA. Bagi Anda yang belum menyimak, dibawah ini adalah pembahasan tersebut.


——————————————–


Kenapa Orang2 Terkaya yang Termuda Drop Out Kuliah?


Sering kita mendengar “Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckeberg aja gak lulus kuliah bisa jadi terkaya. Ngapain sekolah?


Atau dg kalimat terbalik “Lihat tuh, banyak sarjana bahkan master bisnis, tapi malah gak jadi pengusaha?!


Kemudian para pemalas pun mengutip kata2 itu untuk membuat alasan drop out atau lebih tepat out duluan.


Alhasil setelah drop out, gak jadi pengusaha muda yang kaya juga, karena salah memahami POLA & ANALOGI.


Memang benar bahwa kebanyakan orang yg belajar manajemen berlebih saat kuliah, justru ketakutan untuk memulai.


Tapi hal itu tak berlaku untuk kasus ketiga orang pengusaha muda terkaya tersebut. Bill Gates & Mark Zuckerberg pernah kuliah di Hardvard.


Mungkin sebagai pembanding, masuk di Hardvard, serupa dengan masuk di ITB (Bandung). IQ diatas 130.


Jika ingin tahu detail ceritanya, tonton saja 2x film Sosial Network, Jobs & Pirate of Silicon Valley.


Mark Zuck pendiri FB, dia sudah jago coding sebelum masuk harvard. Dan dia tak menunggu dosennya mengajar, baru belajar.


Karena akselerasi dan inisiatif belajar mereka yang tinggi, mereka menjadi tak sabaran dg kurikulum yg ada.


Kecepatan mereka belajar melebihi kurikulum yg standar. Alhasil mereka boring & KELUAR. Buat apa menunggu?


Sebagian dari mereka memang ada yang kepepet biaya. Tapi mereka tetap belajar di luar bangku kuliah, bahkan lebih pesat.


Jadi saya setuju jika Anda DROP OUT Kuliah >> Jika akselerasi belajar Anda melebihi kurikulum yg ada.


Selain itu? Ya ngaca donk.. Males2an di kampus, main game terus di rumah, bisnis juga banyak alesan, ehh mau sukses.


Saya merasakan apa yg mereka rasakan, meski IQ saya tak setinggi mereka. Ketertarikan saya dg dunia elektro saat msh SD membuat saya tak mau menunggu. Saat liburan semester klas 5, saya belajar membuat rangkaian elektronik.


Saya tak betah dg pelajaran2 hafalan di bangku SMP, maka saya putuskan u/ masuk STM, krn banyak praktik.


Saat kuliah, saya sering titip absen, kemudian saya ambil kursus ke praktisi micro controller diluar kuliah.


Mungkin jika bukan untuk orang tua, saya tak akan masuk bangku SMP. Sayang dulu belum ada home school.


Chief Programer Yukbisnis adalah drop out dari informatika Binus. Bukan karena pemalas, justru sebaliknya terlalu rajin.


Sejak SMP dia sudah belajar coding & hacking. SMA sudah membuat & menjual program akutansi. Kuliah menjadi kemunduran baginya.


Nah, bagi Anda yg menggunakan alasan Bill Gates aja drop out kuliah, coba ambil CERMIN yang BESAR, trus tanya “Pantaskah?”


Kuliah (Yang Benar) sangat bermanfaat u/ belajar NALAR, komunikasi, pola pikir, selain hal teknis sesuai jurusan.


Jika Anda kuliah di Kampus ECEK2, yg para dosennya hanya baca buku saat mengajar & ujian serupa thn lalu >> DROP OUT AJA.


Justru kejarlah dosen2 KILLER yg membuat Anda beneran pinter, bukan sekadar dapat Gelar SARJANAHH.


Kuliah belum tentu belajar dan belajar tak harus di bangku kuliah.. Think..! wassalam..



Kenapa Orang2 Terkaya Drop Out Kuliah?

Friday, September 12, 2014

Buka TOKO ONLINE Langsung Laris

Sedikit intermeso.. ini masih rencana.. mudah-mudahan Allah ijabahi doa saya..


Saya berencana mengadakan Roadshow:


“Buka TOKO ONLINE Langsung Laris” di 34 Kota Se-Indonesia



Jika dana dari sponsor cair, maka saya akan GRATISKAN (bersyarat) untuk 500 peserta tiap kotanya.


Jika dana tidak cair, maka saya batalkan eventnya. Saya udah bosan dengan seminar berbayar, hehe..


Mohon doanya.. Semoga..


————————–


Sumber: Group Juragan Forum bersama Jaya Setiabudi.


Mari kota doakan semoga rencana baik Mas Jaya Setiabudi ini bisa terlaksana. amin…


Buka Toko Online Langsung Laris Jaya Setiabudi Ebook Buka Langsung Laris




Buka TOKO ONLINE Langsung Laris