Berikut ini adalah sedikit pesan dari Mas Jaya Setiabudi yang beliau bagikan di group juragan forum bersama Jaya Setiabudi, selamat membaca:
————————————————–
Saya termasuk yang gemar mencari mereka yang ‘hilang’ jika berkunjung ke suatu kota.
Kira-kira 3 tahun lalu, saat Seminar di Gorontalo, saya ngebet banget cari seorang ibu, yang sudah hampir 10 tahun tak jumpa. Namanya Bu Ina, saya biasa memanggilnya Mami Ina. Kita sama-sama bekerja di Astra Microtronic Technology, Batam. Karena kita sama-sama perantauan, jadi para jombloers sering main, makan, tiduran di mess beliau yang hanya berjarak 5 rumah dari mess saya. Beliau semacam induk semang kita, hehe..
Parahnya, nomor hape beliau sudah tak aktif lagi seusai pensiun. Alamat juga tak valid. Hanya saja, bukanlah saya jika menyerah dengan mudah. Untungnya di Gorontalo, marga menjadi senjata yang ampuh untuk mencari seseorang. Berbekal itu, saya tanya ke beberapa kelurahan dan sesepuh disana. Berkendara ojek, saya sisir 1 persatu dan dapatlah alamat beliau.
Saat saya berada di depan pintu rumahnya, terkaget beliau, koq bisanya ketemu. Kemudian saya ajak seluruh keluarga untuk makan bersama di salah satu resto disana.
Itulah harga satu persaudaraan..!
Saya pernah tersinggung oleh seorang kawan yang saya temui setelah belasan tahun tak berjumpa. Dia mengatakan seperti ini, “Jay, kalo kamu udah kaya nanti, jangan lupain aku yaa..!”. Kemudian saya jawab, “Lha emang sekarang aku belum kaya? Toh aku yang nyari kamu duluan, bukan sebaliknya..!”. #PLAKK
Efek baiknya media sosial adalah menyambung silaturahim (tali kasih) yang mungkin telah terputus. Kawan lama yang hilang kontak, tahu-tahu nongol namanya saat kita cari di medsos. Foto-foto dan kabar mereka menghiasi hari-hari kita lagi.
Tapi anehnya, banyak yang berhenti sampai disitu saja. Ya, disitu saja, gak buat janji ketemu kek, ngopi-ngopi kek, lepas kangen kek. Bukan CLBK yaa..! Siapa tahu, bisa besanan, ada peluang bisnis yang bisa dikerjakan, atau sekedar berkumpul saja.
Bagaimanapun silaturahim fisik tak akan tergantikan oleh medsos (online), namun bisa melengkapinya. Apa jadinya jika silaturahim beralih ke online semua? Saat Anda sakit, tak ada yang menjenguk, hanya nongol di medsos “GWS ya bro/sis…”. Atau saat Anda menikah, mereka hanya berucap “Barokallaah..” via medsos lagi. Dan terakhir saat Anda meninggal, mereka melayat secara online juga. Baguskah?
Yuk kita ringan kaki untuk melangkah, jangan jadikan jarak, kesibukan sebagai alasan untuk memutus silaturahim.
Melalui artikel, saya mengajak Anda untuk menghidupkan Kopi Darat Komunitas Yukbisnis (Kopdar Yubi) di wilayah masing-masing. Sebisa mungkin saya atau tim akan hadir di acara-acara perdana, di kota Anda.
Kita hidupkan silaturahim, agar ikatan emosional kita semakin tinggi. Hal ini juga yang akan membendung persaingan-persaingan bisnis yang tak sehat, yang sekadar membanting harga sesaat.
Yukbisnis sudah membuat fitur komunitas. Kita akan terus menyempurnakan, apalagi jika banyak masukan berharga dari Anda.
Silakan klik www.Komunitas.Yukbisnis.com dan cari Komunitas Yubi Regional di kotamu.
Saya tunggu agenda Kopdarnya..
Jubes Yukbisnis
Jaya Setiabudi
Bahaya Silaturahmi Online