Friday, December 26, 2014

Bahaya Silaturahmi Online

Berikut ini adalah sedikit pesan dari Mas Jaya Setiabudi yang beliau bagikan di group juragan forum bersama Jaya Setiabudi, selamat membaca:


————————————————–


Saya termasuk yang gemar mencari mereka yang ‘hilang’ jika berkunjung ke suatu kota.


Kira-kira 3 tahun lalu, saat Seminar di Gorontalo, saya ngebet banget cari seorang ibu, yang sudah hampir 10 tahun tak jumpa. Namanya Bu Ina, saya biasa memanggilnya Mami Ina. Kita sama-sama bekerja di Astra Microtronic Technology, Batam. Karena kita sama-sama perantauan, jadi para jombloers sering main, makan, tiduran di mess beliau yang hanya berjarak 5 rumah dari mess saya. Beliau semacam induk semang kita, hehe..


Parahnya, nomor hape beliau sudah tak aktif lagi seusai pensiun. Alamat juga tak valid. Hanya saja, bukanlah saya jika menyerah dengan mudah. Untungnya di Gorontalo, marga menjadi senjata yang ampuh untuk mencari seseorang. Berbekal itu, saya tanya ke beberapa kelurahan dan sesepuh disana. Berkendara ojek, saya sisir 1 persatu dan dapatlah alamat beliau.


Saat saya berada di depan pintu rumahnya, terkaget beliau, koq bisanya ketemu. Kemudian saya ajak seluruh keluarga untuk makan bersama di salah satu resto disana.


Itulah harga satu persaudaraan..!


Saya pernah tersinggung oleh seorang kawan yang saya temui setelah belasan tahun tak berjumpa. Dia mengatakan seperti ini, “Jay, kalo kamu udah kaya nanti, jangan lupain aku yaa..!”. Kemudian saya jawab, “Lha emang sekarang aku belum kaya? Toh aku yang nyari kamu duluan, bukan sebaliknya..!”. #PLAKK


Efek baiknya media sosial adalah menyambung silaturahim (tali kasih) yang mungkin telah terputus. Kawan lama yang hilang kontak, tahu-tahu nongol namanya saat kita cari di medsos. Foto-foto dan kabar mereka menghiasi hari-hari kita lagi.


Tapi anehnya, banyak yang berhenti sampai disitu saja. Ya, disitu saja, gak buat janji ketemu kek, ngopi-ngopi kek, lepas kangen kek. Bukan CLBK yaa..! Siapa tahu, bisa besanan, ada peluang bisnis yang bisa dikerjakan, atau sekedar berkumpul saja.


Bagaimanapun silaturahim fisik tak akan tergantikan oleh medsos (online), namun bisa melengkapinya. Apa jadinya jika silaturahim beralih ke online semua? Saat Anda sakit, tak ada yang menjenguk, hanya nongol di medsos “GWS ya bro/sis…”. Atau saat Anda menikah, mereka hanya berucap “Barokallaah..” via medsos lagi. Dan terakhir saat Anda meninggal, mereka melayat secara online juga. Baguskah?


Yuk kita ringan kaki untuk melangkah, jangan jadikan jarak, kesibukan sebagai alasan untuk memutus silaturahim.


Melalui artikel, saya mengajak Anda untuk menghidupkan Kopi Darat Komunitas Yukbisnis (Kopdar Yubi) di wilayah masing-masing. Sebisa mungkin saya atau tim akan hadir di acara-acara perdana, di kota Anda.


Kita hidupkan silaturahim, agar ikatan emosional kita semakin tinggi. Hal ini juga yang akan membendung persaingan-persaingan bisnis yang tak sehat, yang sekadar membanting harga sesaat.


Yukbisnis sudah membuat fitur komunitas. Kita akan terus menyempurnakan, apalagi jika banyak masukan berharga dari Anda.


Silakan klik www.Komunitas.Yukbisnis.com dan cari Komunitas Yubi Regional di kotamu.


Saya tunggu agenda Kopdarnya..


Jubes Yukbisnis

Jaya Setiabudi



Bahaya Silaturahmi Online

Tuesday, December 16, 2014

8 NILAI BERPARTNER DALAM BISNIS

Sumber Tulisan: Group Juragan Forum Bersama Jaya Setiabudi


Langsung saja bergabung dengan group tersebut untuk mendapatkan update artikel terbaru dari Mas Jaya Setiabudi.


Kenapa harus berpartner atau bermitra?


Kenapa tidak ambil sebagai karyawan saja? Itulah pertanyaan mendasarnya..



Berpartner dalam artian membagi saham (kepemilikan) seperti menikah dengan seseorang. Mereka hadir dalam kehidupan kita.


Jika tak cocok, tak bisa begitu saja dipecat, karena ada kepemilikan saham yang harus kita beli balik. Itu pun kalo dia mau.


Meski Anda memberi saham kosong (tanpa bayar), jika sudah masuk di akte notaris pendirian perusahaan, artinya sah sebagai pemilik.


Banyak bisnis yang bagus, namun gagal bertumbuh karena ada 2 (atau lebih) Jendral dalam 1 peperangan.


Atau berpartner dengan orang yang tidak kompeten atau komplimen (melengkapi) skill Anda. Hanya sekadar karena gak enak atau keceplos.


Parahnya kesepakatan bagi saham adalah RATA, tapi saat kerja TAK RATA. Ribut lagi..


Karena merasa tak mendapat KEADILAN, semangat mengembangkan bisnis pun pudar, tutup kemudian.. Buka sendiri-sendiri..


Atau.. berujung di pengadilan, baik perdata atau dicari-cari pidananya. Dulu kawan, sekarang lawan. True story..


“Jadi Mas J menyarankan untuk tidak berpartner?”


>> Tak ada 1 pun bisnis saya yang saya miliki sendiri. Nah loh.. terus..?


Inilah saran saya untuk menghindari hal-hal tadi saat berpartner..


MELENGKAPI: Pilihlah partner karena melengkapi skill yang tak Anda miliki. Misal Anda lemah di manajemen, cari yang jago manajemen.


TERUJI: Jangan buru-buru mengangkat seseorang sebagai pemegang saham. Bisa mulai dari konsultan, staff atau manager, setelah teruji dengan waktu, baru masukkan sebagai pemegang saham.


JELAS: Ada kejelasan Wewenang dan Kerjaan. Jelas juga siapa jendral yang memutuskan, siapa yang mentaati.


KOMPROMI: Berpartner itu seperti menikah, tak selalu sesuai dengan keinginan kita. 1 + 1 kadang jadi 1,75 sebelum bertumbuh menjadi 3 bahkan 10. Ada yang dikompromikan untuk menuju kemenangan bersama. Yang masih jomblo pasti susah bayanginnya.


KOMITMEN: Masih seperti menikah, sebisa mungkin memegang komitmen untuk tetap bertahan. Jangan sedikit-sedikit bilang ‘talak’. Kapan dewasanya…?!


LEGOWO: Keadilan menurut siapa? Kebenaran menurut siapa? Masing-masing punya versinya. Berbesar hatilah untuk mencapai tujuan yang besar. Mengalah bukan berarti kalah.


SPORTIF: Akui kesalahan, wong namanya juga manusia. Anggap dia saudara sendiri. Saling mengingatkan dengan cintaaahh..


PISAH BAIK-BAIK: Kalo memang tetap harus berpisah, hindari keributan. Mungkin dia bukan partner sampai tujuan, tapi partner Anda dalam perjalanan.


Angkatlah persaudaraan diatas uang. Jangan terbeli oleh uang dan membuat pembenaran nurani dalam kesalahan.


Berpartner tak harus sampai akhir, mungkin cukup sampai beberapa pulau ke depan, kemudian pisah dengan kenangan yang indah..


Let’s Grow Together.. with LoVe..


www.Yukbisnis.com


“Buka toko online semudah membuka tutup botol”




8 NILAI BERPARTNER DALAM BISNIS

Saturday, December 13, 2014

MLM ABAL-ABAL


Seperti apakah MLM abal-abal itu? Yuk simak pembahasan Mas jaya Setiabudi di group Juragan Forum Bersama Jaya Setiabudi.


MLM ABAL-ABAL


MLM sering disebut sebagai personal franchise (waralaba). Seperti saya bahas di buku Buka Langsung Laris, Formula ke 5, franchise dan MLM adalah saluran distribusi sekaligus promosi yang sangat fenomenal. Kenapa begitu? Karena sarana mengembangkan suatu usaha dengan ‘duit dan tenaganya orang lain’. Tak heran jika banyak pemilik (pendiri) franchise atau MLM yang kaya dalam tempo yang singkat. Franchise Tipu-tipu, sudah pernah saya bahas disini >>http://hot.yukbisnis.com/franchise-tipu-tipu/. Sekarang saya akan bahas hal MLM Abal-abal.


 photo gambarmlm.jpg


Karena MLM juga merupakan saluran distribusi, harusnya secara FUNDAMENTAL tetap menekankan pada PENJUALAN PRODUK. Jika kualitas produk tak bagus atau harga jauh lebih mahal daripada produk sejenis lainnya, ya buat apa beli disana? PELUANG USAHA? >> Nah, inilah jebakan batman dari MLM.


MLM yang memiliki Produk Ngangenin, tanpa iming-iming ‘Peluang Usaha’ pun, tetap akan bertumbuh dan STABIL. Contohnya: istri saya sampai sekarang masih membeli Nutrilite (produk dari Amway), K-Link, dan lainnya, meskipun tak menjalankan jaringannya. Tapi kemana yang namanya Network 21, salah satu sistem jaringan Amway yang duluuu.. paling terkenal? Menghilang, karena fokus ke ‘peluang usaha’, bukan fokus pada kelebihan produknya.


Saat MLM diselewengkan fokusnya untuk ‘membangun jaringan’ dengan iming-iming komisi jaringan yang menggiurkan, peluang usaha yang luar biasa berbusa, maka saat itulah jaringan tak akan bertahan lama, karena:

1. Vibrasi orang yang join berkarakter kaya instan.

2. Mereka mengejar uang dan bonus-bonus, sehingga terlalu agresif memasarkan dan menghancurkan jalinan pertemanan, serta membuat banyak pihak ‘alergi’ dengan kata MLM.

3. Saat kaya instan yang dijanjikan tak tercapai, mereka akan ngacir.

4. Rentan terhadap iming-iming skema MLM lain yang lebih menggiurkan.

5. Kecilnya angka ‘repeat order’, karena pelanggan membeli bukan karena produk yang ngangenin, tapi karena iming-iming peluang usaha semata.


Terpaksa mencari ‘korban’ di wilayah lainnya. Itulah Lingkaran Setan bisnis ‘perekrutan’..!


Ciri-ciri MLM Abal-abal:

1. Produk tak benar-benar menonjol, diutamakan peluang usaha (marketing plan).

2. Produk biasa (banyak di pasaran) tapi dibesar-besarkan tanpa bukti yang akurat. “Produk ini sangat luar biasa, direkomendasikan oleh profesor antah berantah dan bisa menyembuhkan segala jenis penyakit..”. *mulutnyaberbusa

3. Dijual lebih mahal dibanding harga produk sejenis, karena alokasi komisi yang besar, plus keserakahan pendiri (pemilik MLM).

4. Menawarkan lebih dari 1 hak bisnis. Ini cukup konyol, buat apa juga Anda beli hak bisnis 3 atau 7, jika produk yang dijual adalah sama dan ke pelanggan yang serupa? Tidak lain adalah untuk ‘pasang kaki’ dan melariskan pemilik MLM.


Jika Anda pelaku, insaflah, sebelum mencederai orang lain dan menghancurkan jaringanmu.


Jika Anda pendiri, insaflah, sebelum serapah mengenai keturunanmu.


Jika Anda calon korban, hindarilah, lebih banyak mudharat daripada manfaatnya.


Yuk berbisnis yang berkah, memberdayakan dan memakmurkan orang-orang sekitar, bukan menghisap darah orang lain. Drakula donk…



Monday, October 27, 2014

SEO Untuk Orang Awam

Pembahasan mengenai SEO untuk orang awam ini diambil dari Group Juragan Forum Bersama Jaya Setiabudi. Silahkan bergabung dengan group ini untuk mendapatkan ilmu2 terbaru dari Mas Jaya Setiabudi.


SEO untuk Orang Awam (1)


Serupa dengan Jack Ma (alibaba.com), meski saya pendiri Yukbisnis.com, saya sangat awam dengan hal teknis tentang Web dan Toko Online. Saya berkata kepada tim saya, “Kita harus meng-GOBLOK-kan diri kita lebih GOBLOK dari pengguna Yukbisnis, agar mereka paham..”


Kali ini, saya akan share tentang SEO dengan bahasa semudah-mudahnya (baca: segoblok-gobloknya), semoga Anda paham, karena saya juga ‘goblok’, hehe..



SEO = Search Engine Optimization ialah segala upaya untuk membuat web atau toko online Anda ‘nongol’ di halaman pertama google.


Logika Rumah Makan


Jika Anda barusan membuka rumah makan (RM), apa yang akan Anda lakukan agar Laris? Banyak RM yang enak masakannya, strategis lokasinya, gila promonya, tapi tetap gak laris juga tuh.


Ada 1 formula ampuh untuk melariskan rumah makan, yaitu ‘buatlah ramai’, apapun alasannya. Jika RM Anda ramai, maka akan menjadi pusat perhatian orang. Betul?


Mungkin Anda akan bertanya, “Kalo RAMAI, yaa pasti sudah pasti LARIS Mas..”


Belum tentu..! Namun karena logika calon konsumen berfikir “RAMAI = LARIS = ENAK”, maka tugas kita membuat RM kita jadi RAMAI. Tujuannya, biar ‘dianggap’ LARIS dan ENAK.


Contoh upaya-upaya yang mebuat seolah ramai:


• Parkir Gratis.

• Gratis yang minum di teras.

• Promo Murah dengan setiap orang hanya bisa beli terbatas.

• Konsul Jodoh Suhu Acong.


Pokoknya segala upaya membuat RM Anda tampak ramai. Saat kondisi ramai itu terjadi, ‘semut’ yang melewati RM Anda akan PENASARAN untuk mencoba. Tentu pastikan RM Anda bukan PhP, agar LARIS beneran.


Itulah LOGIKA sederhana cara kerja SEO, meski sampai sekarang rumusan SEO secara pasti masih menjadi RAHASIA Google. Namun ‘bocoran’ dari para master yang telah menguji dengan bermacam eksperimen itulah yang bisa kita terapkan.


bersambung bentar lagi..


SEO untuk Orang Awam (2)


Sebelumnya saya pernah share bagan ‘Peta Strategi Toko Online’.


Coba baca ulang disini >> https://www.facebook.com/photo.php?fbid=706933326051465&set=o.696758007087573


Ringkasan (gambar 1):


• Web (Toko Online) adalah Rumah.


• Socmed, chat, milis, forum, blog dan lainnya adalah Stan Pameran yang TIDAK PERMANEN. Jadi, jangan tertipu oleh ramainya trafik sementara. Gunakan itu semua untuk memberi SUNDULAN TRAFIK ke web Anda.


• Web yang sering dikunjungi (dari sundulan) akan teroptimasi. Hanya saja sangat bergantung dari KATA KUNCI yang digunakan.


• Jika web Anda muncul di halaman pertama google, otomatis akan mendatangkan trafik yang tak disangka-sangka.


• Sebisa mungkin kumpulkan database nama dan email baik prospek ataupun pembeli, untuk melakukan email marketing berikutnya.


KATA KUNCI


Analogi penggunaan kata kunci serupa dengan yang saya paparkan tentang pembuatan Merek yang Ngetop di Buka Langsung Laris. Jika Anda berada di kota yang asing, kemudian Anda ingin makan ‘BAKSO’, sedangkan ada sederet rumah makan bernama:

• RM Ibumu; sedia nasi rames, rawon, soto, bakso, sop buntut.

• Warung Setia; nasi kucing, nasi kambing, nasi bebek, nasi kutu.

• Warung Cah Malang; cah kangkung, cah jamur, cah ayu, cah bakso.

• Bakso Ajo; bakso urat, bakso halus, bakso goreng.


Mana yang akan Anda pilih?


Meski mungkin Anda belum pernah mendengar Bakso Ajo , saya yakin 90% lebih akan memilih yang mengandung KATA KUNCI ‘Bakso’. Apalagi jika Bakso Ajo sedang ramai pengunjung saat itu. Pasti tak akan melirik lainnya. Begitulah salah sekiannya cara google memberikan peringkat popularitas.


Karena orang mencari di google berdasar KATA KUNCI, maka gunakan KATA KUNCI produk yang sering Anda jual di 6 Tempat:


1. Alamat Web
HijabAlila.Yukbisnis.com;
Facebook.com/HijabAlila;
Twitter.com/HijabAlila


Kalo gak percaya cari di Google: Hijab Alila, apa yang muncul? Action donk.. (lihat gambar 2) Yang muncul adalah alamat web (HIJAU) yang mengandung KATA KUNCI “Hijab Alila”


2. Judul (BIRU)

Seperti NAMA PRODUK, misal: Hijab Alila Candy Pink. Bisa juga untuk judul artikel di blog, misal: Hijab Tutorial Syari Modern << kumpulan kata-kata kunci yang dijadikan satu judul.


3. Deskripsi (HITAM)

Seperti Deskripsi Produk. Misal: “Hijab Alila adalah Hijab Syari yang bla bla bla..”


4. Nama Image (BIRU – “Image for….”)

Sebelum upload image/foto produk, gantilah nama foto/image produk tersebut mengandung KATA KUNCI, misal: HijabAlila123.jpg


5. Meta Title (BIRU)

Jika meta title dikosongkan, maka judul atau nama produk akan dianggap sebagai meta title. Terkadang Judul tak benar-benar bisa dipaksakan mengandung semua kata kunci terpopuler. Nah, keberadaan meta title menggantikannya, karena meta title berada di belakang layar (tak tampak di halaman produk atau tulisan). Sebaiknya meta title tak lebih dari 70 karakter.


6. Meta Description (HITAM)

Serupa dengan meta title, jika dikosongkan maka deskripsi produk akan menggantikan meta deskripsi. Adapun fungsi meta description agak berbeda, selain untuk optimasi (mengandung kata kunci), juga berguna untuk memberikan informasi singkat tentang produk atau toko online Anda. Sebaiknya meta description tak lebih dari 160 karakter.

Jika Anda punya Toko Online di Yukbisnis, akan terlihat di bagian bawah tambah produk.


Begitulah sharing tentang SEO untuk awamers dari saya. Praktik aja buka Toko Online GRATIS di >> Yukbisnis.com


Anak saya umur 11 tahun juga mempraktikkan apa yang saya share diatas. Dia membuka Toko Online di Yukbisnis tanpa bantuan saya.


Ini salah duanya toko anak saya HijabGaul.Yukbisnis.com danMikyutie.Yukbisnis.com.


Hayoo.. jangan kalah sama anak 11 tahun..

F!GHT




SEO Untuk Orang Awam

Thursday, October 9, 2014

Kenapa Mas Jaya Setiabudi Jarang Membalas PERTANYAAN PRIBADI

Bagi Anda para pebisnis mungkin ingin sekali berkonsultasi secara pribadi ke Mas Jaya Setiabudi. Atau mungkin Anda pernah mengirimkan pertanyaan langsung melalui email, inbox, ataupun email. Namun, tidak dijawab oleh mas Jaya Setiabudi. Di bawah ini adalah penjelasan langsung dari Mas Jaya Setiabudi tentang kenapa jarang membalas pertanyaan pribadi. Penjelasan ini disampaikan oleh Mas Jaya Setiabudi di Group Facebook Juragan Forum bersama Jaya Setiabudi.


Kenapa Saya Jarang Membalas PERTANYAAN PRIBADI (inbox/sms/email)?



Tahun 2001, berawal dari seorang kawan yang menanyakan, “Bagaimana caranya mulai bisnis dengan tanpa modal..?”, saat itulah saya aktif sharing gratis kepada kawan-kawan tentang bisnis.


Berlanjut hingga tahun 2004, pertama kali saya diminta mengisi seminar oleh salah satu siswa universitas di Batam. Tak ada niatan yang lain, kecuali ingin berbagi sekaligus membantu beberapa mahasiswa yang mendapat tugas meng-organise seminar. Bahkan saya tak mau dibayar untuk seminar tersebut.


Sejak saat itu, semakin banyak undangan (gratis) untuk mengisi seminar dan memberikan mentoring one on one << yang ini saya yang bayarin. Sampai suatu saat istri saya bertanya, “Koq kamu sibuk tiap hari ngajarin orang bisnis, gratis lagi. Kenapa?”. Saya bingung, jadi saya jawab, “Seneng aja..”.


Karena semakin banyak yang ingin belajar bisnis, saya mulai kewalahan, kemudian bersama kawan-kawan penggerak UKM lain di Batam, dibentuklah Entrepreneur Association. Awalnya bernama Komunitas Wirausaha.


Dari 4 orang saat pertemuan pertama, hingga 70 orang tiap pertemuan (mingguan). Semua tetap gratis, bahkan kami yang subsidi untuk pulsa sms undangan dan kadang makanan/minuman.


Hari-hari saya semakin sibuk. Setiap tahun saya mengisi sekitar 120 kelas dan seminar di 50-an kota se-Indonesia. Gak peduli dibayar atau tidak, saya datang. Hingga waktu bagi keluarga dan juga bisnis, serta diri sendiri, habis tersita. Tentu tak semua instansi saya gratiskan. Kalo mereka perusahaan besar, ya saya charge profesional.


Sejak tahun 2010 saya mulai mengurangi porsi ‘keliling’ saya, apalagi sejak saya gandrung dengan TWITTER. Aha, inilah tools ‘dakwah bisnis’ saya yang massive. Sekali ngetik, ratusan ribu orang bisa menyimak bersamaan.


Tahun 2012, saat launching Yukbisnis, saya memutuskan untuk berhenti ‘keliling’ dan fokus ke Yukbisnis. Sebagai gantinya saya berikan sharing gratis di Kampus YEA per 2 mingguan bernama Juragan Forum (Jarum).


Jadi kenapa saya jarang atau malas membalas PESAN PERSONAL?


1.Saya prefer menjawab di Forum Masal, karena bisa ‘one to many’ >> sekali jawab untuk banyak orang belajar. Apalagi tak bersifat personal.


2.Pada dasarnya saya kurang suka mengetik, kecuali dapat bermanfaat bagi banyak orang, bukan perorangan.


3.Pertanyaannya terlalu umum dan sudah terjawab. Jadi saya anggap, mereka yang bertanya adalah orang yang ‘malas’ mencari dan membaca artikel saya lainnya. Alias mau gampangnya saja.


4.Saya ingin lebih banyak waktu untuk pribadi, keluarga dan bisnis, agar tak masuk dalam “Jebakan Pembina”.


5.Melatih kesabaran penuntut ilmu. Yang gak sabar, yan unfollow saja. Gitu aja koq repot…


6.Agar penanya juga jangan hanya bergantung pada saya. >> Berat tauu ‘digantungin’ banyak orang.


7.Kenapa saya katakan, “Kalo omzet dibawah 50 juta, belajarlah ke tukang gorengan pinggir jalan..” >> Justru yang protes dengan kalimat inilah yang sungguh sombong, karena meremehkan ilmunya tukang gorengan. Saya dulu juga belajar mengamati tukang gorengan.


Hampir setiap tulisan yang saya buat, setidaknya say abaca 3 kali sebelum posting. Termasuk guyonan dan sindiran saya. Jadi saya sadar, bukan ‘pingsan’.


Saya paham bahwa saya tak dapat memuaskan Anda semua, karena saya bukanlah alat pemuas. Kalaupun Anda puas semua, maka saya akan menjadi lemas.


Jadi… keep woles ajah..


Note: Tolong tambahkan “Hehehe..” di setiap tulisan saya yang terlalu serius, maka akan ada senyuman saya disana, hehehe..




Kenapa Mas Jaya Setiabudi Jarang Membalas PERTANYAAN PRIBADI

Tuesday, September 30, 2014

Kualitas pertanyaan menemukan kualitas jawaban

Apa Bedanya: PERNYATAAN.. MEMPERTANYAKAN..?! PERTANYAAN..?


Inilah penjelasannya..


PERNYATAAN


“Aku tak setuju dengan teorimu, karena bla bla bla..”

“Menurut aku yang benar adalah seperti ini…”

Jika Anda menemui orang yang telah memberikan pernyataan, penilaian, pendapat, tanpa ada kalimat tanya, lebih baik tak perlu dijelaskan, karena 90% argumen Anda akan dipatahkan dengan alasan atau doktrin yang telah diyakininya. Termasuk saat orang menilai buruk tentang diri Anda. Biarkan saja, toh penilaian hakiki itu ada dimata Allah.


“Janganlah memberi makan kepada orang yang kekenyangan.

Janganlah memberi minum kepada orang yang kembung perutnya.”


MEMPERTANYAKAN


“Mana mungkin bisa seperti itu..?”

“Masak sih bisa beli rumah gak pakai duit..?”

Peluang menjawab pertanyaan dengan keraguan seperti ini adalah fifty-fifty. Mungkin mereka memerlukan bukti lebih lanjut. Mungkin mereka merasa terlalu indah untuk dipercaya. Dengan penjelasan yang masuk nalar mereka, in syaa Allah mereka akan menerima. Tapi jika Anda sebagai pembelajar, hindarilah mempertanyakan, namun bertanyalah..


PERTANYAAN


“Bagaimana caranya buka bisnis bisa langsung laris..?”

“Bolehkah saya tahu, apa yang menyebabkan Anda berkata demikian..?”

Nah, pertanyaan-pertanyaan seperti diatas hanya akan keluar dari pembelajar yang memiliki kerendahan hati.


Ilmu seperti air, hanya akan mengalir kepada mereka yang merendahkan hatinya..


…dan kualitas pertanyaan itulah yang akan menemukan kualitas jawabannya..


—————————————————-


Sumber: https://www.facebook.com/JayaYEA



Kualitas pertanyaan menemukan kualitas jawaban

Monday, September 29, 2014

Strategi Online Shop

Bagaimanakah Strategi online shop yang benar? Yuk simak kultwit yang diambil dari twitter Mas Jaya Setiabudi @JayaYEA berikut ini


online shop strategi.jpg


Online Shop Strategy


  1. Jika Anda pebisnis online, mungkin ada mengalami atau mendapat pertanyaan spt ini….

  2. Jualan via fb, insta, twit, penjualan besar, tapi gak stabil b.Udah punya web, tapi koq sepi2 aja.

  3. Atau bingung, perlukah web, kan jualan via socmed aja udah laris manis?

  4. Inilah jawabannya.. Strategi Penjualan ONLINE

  5. Instagram, forum, twit, fb, chat atau socmed lain itu spt TEMPAT PAMERAN di Mall, ruamee, tapi tdk long last.

  6. Coba ingat jaman dahulu, ICQ, friendster, tumbang ganti fb, twit, path, instagram, dll. Cuma 1 yg everlasting >> WEB

  7. Bukan brarti socmed tak berguna lho. Justru Socmed itu LEVERAGE-nya WEB. Bahkan menjadi bagian dari algoritma google.

  8. WEB itu ibarat MARKAS-nya, sedang socmed adalah STAN PAMERAN. Push para pelanggan ke Markas Anda dan lakukan Closing.

  9. Di socmed Anda tak bisa menyimpan database nama & email pelanggan, tapi di web Anda bisa. Kumpulkan & kategorikan

  10. Gunakan ‘PRODUK PENETRASI’ yg banyak dicari atau mudah dijual serupa dg Target Pasar yg Anda bidik.

  11. Ayah saya berkata,”We may lose some battles to win the war” >> rugi dlm bbrp produk, tapi untung di produk lainnya.

  12. Saat database pembeli sudah terkumpul, lakukan email marketing u/ mengundang mrk belanja kembali saat ada PROMO.

  13. Gunanya BLOG? >> Pintu belakang atau jendela untuk masuk ke MARKAS melalui KONTEN EDUKASI.

  14. Karena lebih mudah membuat orang membeli saat dia sudah PERCAYA >> inilah celah BLOG, kasih manfaat & org percaya.

  15. Idealnya BLOG terintegrasi dalam WEB, seperti yg ada di Yukbisnis[dot]com. Spt pintu depan & pintu belakang.

  16. Saat orang masuk lewat ‘belakang’ dan nyaman di TOKO kita, dia NGLIRIK apa yg ada di bagian DEPAN.

  17. Jadi.. yang masih terlena dg omzet socmed sesaat, siap2 merana kemudian atau insyaf dan mulai bangun ‘markasnya’.

  18. Buka GRATIS? Fiturnya KOMPLIT. Pilih TEMA sesukamu, 5 menit aja, disini >>

  19. Logika ini juga berlaku u/ retail OFFLINE. Socmed spt Reseller, Web spt Distribusi. Jangan terlena oleh omzet sesaat..

  20. Lain waktu kita bahas versi offlinenya.. sekian, langsung action buka di >>


Strategi Online Shop

Wednesday, September 24, 2014

Kenapa Orang2 Terkaya Drop Out Kuliah?

Banyaknya orang2 terkaya di dunia ini yang ternyata drop out kuliah adalah fenomena yang menarik. Hal ini pula yang banyak dijadikan pembenaran oleh anak-anak muda yang memang dasarnya pemalas.


Sebanarnya bagaimana fenomena ini dengan sudut pandang yang benar? Hal inilah yang dibahas oleh Mas Jaya Setiabudi beberapa hari yang lalu di akun twitter @JayaYEA. Bagi Anda yang belum menyimak, dibawah ini adalah pembahasan tersebut.


——————————————–


Kenapa Orang2 Terkaya yang Termuda Drop Out Kuliah?


Sering kita mendengar “Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckeberg aja gak lulus kuliah bisa jadi terkaya. Ngapain sekolah?


Atau dg kalimat terbalik “Lihat tuh, banyak sarjana bahkan master bisnis, tapi malah gak jadi pengusaha?!


Kemudian para pemalas pun mengutip kata2 itu untuk membuat alasan drop out atau lebih tepat out duluan.


Alhasil setelah drop out, gak jadi pengusaha muda yang kaya juga, karena salah memahami POLA & ANALOGI.


Memang benar bahwa kebanyakan orang yg belajar manajemen berlebih saat kuliah, justru ketakutan untuk memulai.


Tapi hal itu tak berlaku untuk kasus ketiga orang pengusaha muda terkaya tersebut. Bill Gates & Mark Zuckerberg pernah kuliah di Hardvard.


Mungkin sebagai pembanding, masuk di Hardvard, serupa dengan masuk di ITB (Bandung). IQ diatas 130.


Jika ingin tahu detail ceritanya, tonton saja 2x film Sosial Network, Jobs & Pirate of Silicon Valley.


Mark Zuck pendiri FB, dia sudah jago coding sebelum masuk harvard. Dan dia tak menunggu dosennya mengajar, baru belajar.


Karena akselerasi dan inisiatif belajar mereka yang tinggi, mereka menjadi tak sabaran dg kurikulum yg ada.


Kecepatan mereka belajar melebihi kurikulum yg standar. Alhasil mereka boring & KELUAR. Buat apa menunggu?


Sebagian dari mereka memang ada yang kepepet biaya. Tapi mereka tetap belajar di luar bangku kuliah, bahkan lebih pesat.


Jadi saya setuju jika Anda DROP OUT Kuliah >> Jika akselerasi belajar Anda melebihi kurikulum yg ada.


Selain itu? Ya ngaca donk.. Males2an di kampus, main game terus di rumah, bisnis juga banyak alesan, ehh mau sukses.


Saya merasakan apa yg mereka rasakan, meski IQ saya tak setinggi mereka. Ketertarikan saya dg dunia elektro saat msh SD membuat saya tak mau menunggu. Saat liburan semester klas 5, saya belajar membuat rangkaian elektronik.


Saya tak betah dg pelajaran2 hafalan di bangku SMP, maka saya putuskan u/ masuk STM, krn banyak praktik.


Saat kuliah, saya sering titip absen, kemudian saya ambil kursus ke praktisi micro controller diluar kuliah.


Mungkin jika bukan untuk orang tua, saya tak akan masuk bangku SMP. Sayang dulu belum ada home school.


Chief Programer Yukbisnis adalah drop out dari informatika Binus. Bukan karena pemalas, justru sebaliknya terlalu rajin.


Sejak SMP dia sudah belajar coding & hacking. SMA sudah membuat & menjual program akutansi. Kuliah menjadi kemunduran baginya.


Nah, bagi Anda yg menggunakan alasan Bill Gates aja drop out kuliah, coba ambil CERMIN yang BESAR, trus tanya “Pantaskah?”


Kuliah (Yang Benar) sangat bermanfaat u/ belajar NALAR, komunikasi, pola pikir, selain hal teknis sesuai jurusan.


Jika Anda kuliah di Kampus ECEK2, yg para dosennya hanya baca buku saat mengajar & ujian serupa thn lalu >> DROP OUT AJA.


Justru kejarlah dosen2 KILLER yg membuat Anda beneran pinter, bukan sekadar dapat Gelar SARJANAHH.


Kuliah belum tentu belajar dan belajar tak harus di bangku kuliah.. Think..! wassalam..



Kenapa Orang2 Terkaya Drop Out Kuliah?

Friday, September 12, 2014

Buka TOKO ONLINE Langsung Laris

Sedikit intermeso.. ini masih rencana.. mudah-mudahan Allah ijabahi doa saya..


Saya berencana mengadakan Roadshow:


“Buka TOKO ONLINE Langsung Laris” di 34 Kota Se-Indonesia



Jika dana dari sponsor cair, maka saya akan GRATISKAN (bersyarat) untuk 500 peserta tiap kotanya.


Jika dana tidak cair, maka saya batalkan eventnya. Saya udah bosan dengan seminar berbayar, hehe..


Mohon doanya.. Semoga..


————————–


Sumber: Group Juragan Forum bersama Jaya Setiabudi.


Mari kota doakan semoga rencana baik Mas Jaya Setiabudi ini bisa terlaksana. amin…


Buka Toko Online Langsung Laris Jaya Setiabudi Ebook Buka Langsung Laris




Buka TOKO ONLINE Langsung Laris

Saturday, August 23, 2014

BAGAIMANA BISNIS CEPAT MELESAT?

Siapa yang tidak suka dengan bisnis yang cepat melesat? Pasti semua orang menginginkannya. Nah, sekarang bagaimana caranya agar bisnis cepat melesat? Yuk simak tips bisnis yang dibagikan oleh Mas Jaya Setiabudi berikut ini. Materi ini diambil dari Group Juragan Forum bersama Jaya Setiabudi.


BAGAIMANA BISNIS CEPAT MELESAT?


Alasan saya kenapa saya hijrah dari Batam ke Jawa, selain menghindari iklim politik dan lingkungan yang tak sehat di Batam adalah ingin meluaskan jaringan.

Dalam satu perbincangan dengan tetangga depan rumah, dia mengatakan kepada saya, “Mas, sampeyan itu seperti petinju tangguh yang gak punya DON KING”. Saya mengatakan, “Bener banget sampeyan. Tolong cariin DON KING-nya donk..!”



Don King adalah promotor tinju terkenal, yang membidani para jawara dunia, seperti Muhammad Ali, Mike Tyson, Evander Holyfield, Julio Cesar Chavez dan banyak lagi. Tugas promotor tak hanya mencari pendanaan, tapi juga mempertemukan pihak-pihak sehingga pertandingan berlangsung meriah dan sangat menguntungkan.


‘Kesalahan’ saya adalah terlalu lama (13 tahun) di Batam, sehingga jaringan bisnis saya tak berskala nasional. Saat saya memiliki ide berskala nasional, saya memerlukan resources, baik pemodal ataupun stake holder lainnya yang berada di pusat.


Misalnya: Yukbisnis membutuhkan programer, designer grafis, jaringan ke JNE, perbankan, pemasok, pemilik database pelanggan dan juga investor. Itu semua akan memperlambat gerak jika jaringan saya terbatas.

TWITTER salah satu yang mempercepat pertumbuhan jaringan saya.


TAPIIII..


Seakrab-akrab hubungan online tak akan mengalahkan hubungan offline. Kata-kata (TEXT) hanyalah mewakili 7% dari elemen komunikasi.


Disitulah saya menargetkan diri saya untuk setidaknya melakukan kegiatan NETWORKING sekali sebulan. Baik dalam acara komunitas ataupun atur janji kunjungan dengan kawan-kawan pengusaha lainnya.


Dengan jaringan yang LUAS, maka akan lebih cepat AKSES INFORMASI yang kita dapatkan. Ada perlu apa? Just PHONE FRIENDS..!


Sejak tahun 2005, kami bentuk Entrepreneur Association di Batam, sekarang aktif di lebih dari 10 kota. Per tahun ini, EA tampil dengan format yang berbeda: TIDAK ADA PERTEMUAN YANG GRATIS..!!!


 photo bagaimanabisniscepatmelesat.jpg


Karena pertemuan gratis akan menurunkan kualitas jaringan (mental gratisan) dan kenyamanan (venue) saat acara. Kesannya seperti MATRE, tapi kalo dipikir dengan jernih, justru mendongkrak manfaat dari kualitas peserta yang hadir.


Jangan takut, acara-acara yang diadakan oleh EA, bukanlah komersial, karena kita adalah “organisasi tak boleh profit” >> yang boleh profit, anggotanya saja, hehe..




BAGAIMANA BISNIS CEPAT MELESAT?

Saturday, August 16, 2014

Bangga Indonesia

Yuk simak Cerita sekaligus ajakan dari Mas Jaya Setiabudi agar kita bangga menggunakan produk-produk Indonesia. Cerita ini di sampaikan Mas Jaya Setaibudi di Group Forum Jaya Setiabudi.


 photo BanggaIndonesia.jpg


Pada suatu perbincangan udara di pesawat Garuda Indonesia, Bang Sandi (sapaan saya untuk Sandiaga S. Uno) menanyakan kepada saya, ”Sepatunya kelihatan enak Mas.. Buatan mana itu?”. Saya menjawab, “Kalau mereknya sih US, tapi mungkin udah buatan China.”. Beliau bergumam dan berkomentar, “Hmm.. dulu saya juga pakai merek luar, sampai ketemu Pak JK dan ditegur: Nih, buatan Cibaduyut, Indonesia asli. Sejak itu saya pakai produk (merek) Indonesia..”. Percakapan penutup perpisahan kita di pesawat tersebut membuat saya merenung. Seorang konglomerat sekelas Sandiaga dan mantan wakil presiden Jusuf Kalla, dengan bangganya menunjukkan fashion mereka yang berciri khas Indonesia, koq saya berbangga ria dengan merek luar?



Kenapa kita sampai kehilanggan kebanggaan terhadap merek Indonesia dan membanggakan merek luar negeri? Kualitas? Jelas banyak merek luar yang diimpor dari Indonesia, seperti Zara, yang sebagian produknya diproduksi oleh PT. Sri Rejeki Isman (Sritex), Sukoharjo, Jawa Tengah. Bahkan perusahaan yang sama juga memproduksi pakaian militer untuk NATO. Sepatu merek Adidas, Nike, furniture Ikea, jeans Hugo Boss, Giorgio Armani, Guess adalah deretan merek ternama yang sebagian produknya diproduksi di Indonesia. Jadi hal kualitas, tak usah diragukan lagi. Bagaimana dengan ‘gengsi’ terhadap merek Indonesia Asli? Merek-merek Indonesia seperti Dowa, Bagteria, Cast Eyewear, terbukti jadi kegemaran artis Hollywood sekelas Paris Hilton, Tyra Banks, Rihanna, hingga Lady Gaga. Masih banyak merek asli Indonesia yang pantas dibanggakan dan pantas menaikkan gengsi kita.


Jika masyaratkat Indonesia sanggup melepaskan diri dari ‘belenggu’ kebanggaan merek luar dan beralih bangga menggunakan merek Indonesia, maka perekonomian Indonesia akan semakin maju. Pada saat permintaan terhadap merek lokal meningkat, volume produksi juga meningkat, efisiensi akan tercapai, sehingga harga juga akan lebih ekonomis.


Pertanyaannya, mulai dari mana? Mulai scanning dari ujung kaki hingga ujung rambut kita, mana yang bisa menggunakan merek dalam negeri? Tanamkan dalam benak kita, “Sungguh NISTA menggunakan merek luar dan BANGGA menggunakan merek Indonesia..!”. Hingga setiap akan membeli suatu produk, kita akan berfikir ulang, pilih NISTA atau BANGGA..? Rapatkan barisan, kita buat gerakan Bangga INDOnesia. Bangga menggunakan Merek INDO, agar positioning merek Indonesia terdongkrak. Tak usah mencibir produk Indonesia, lebih baik tanyakan apa kontribusi kita untuk Indonesia?


Tumbuhkan UKM Indonesia, entaskan pengangguran, stabilkan perekonomian, lepaskan ketergantungan. Nista pakai merek impor, Bangga pakai merek Indonesia.


M.E.R.D.E.K.A




Bangga Indonesia

Saturday, August 9, 2014

Membuat Headline yang Mendongkrak Konversi

Materi “Membuat Headline yang Mendongkrak Konversi” ini merupakan pembahasan lebih mendalam dari tema The Magic of CopyWriting. Materi ini diambil dari akun twitter Mas Jaya Setiabudi @JayaYEA.


———————


  1. Headline dalam suatu iklan pada prinsipnya harus mentrigger bawah sadar calon konsumen. Seperti apa?

  2. Pada dasarnya manusia memiliki 2 hal: Kebutuhan & Keinginan”. Menjual keinginan jelas lebih mudah dari kebutuhan.

  3. Contohnya: fashion, gadget, tv >> gak perlu repot menjual. Asal ada visual + diskon + kemudahan payment = closing.

  4. Beda skali dg menjual KEBUTUHAN >> Orang sering tidak sadar bhw dia memerlukannya. Misal: pendidikan, kesehatan.

  5. Jika Kebutuhan bertemu Keinginan, dalam arti si calon pembeli SADAR dia Butuh & Ingin beli, tinggal tunggu MAMPU saja.

  6. Nah, yg jd tantangan adalah bagaimana menjual kebutuhan banyak orang yg mereka sendiri MERASA tak membutuhkan.

  7. Poblemnya lagi adalah Bagaimana menarik perhatian mereka untuk membaca iklan kita dengan melihat dlm sekejap.

  8. Misal Anda menjual ASURANSI JIWA via Twit. apa yg akan Anda gunakan u/ menarik mrk mengeklik artikel Anda?

  9. Makasih yg udah beri contoh. Coba tanyakan: Apakah pembaca iklan itu akan tertarik untuk mengeKLIK artikel Anda stlh itu?

  10. Bicara ttg saya refer Anda belajar dengan ‘KORAN MERAH’ >> mereka begitu menggoda, sayang isinya gak karuan..

  11. Misal: “Nenek2 diperkosa 3 orang pemuda”, “Setelah 3 hari meninggal, udin bangkit lagi” >> penasaran kan?

  12. Tentu saya tak mengajari Anda berbohong, tapi ambil maknanya “Apa sih yg menjadi TRIGGER seorang calon konsumen mengeKLIK?”

  13. Misal, target pasar Anda adalah: laki2, 25-35, profesional perusahaan. Dan Anda akan menawarkan asuransi, bisa spt ini nya >>

  14. “Seorang ayah kecelakaan saat pulang kerja, anak putus sekolah, istri jadi TKW di Arab..” [link klik]

  15. Jika Anda adalah seroang ayah & pekerja, apakah Anda akan membaca kelanjutan kisah itu? Tugas adalah membuat penasaran..

  16. Baca ulang twit saya dengan perlahan, pahami maknanya >> Apakah pesan Anda akan sampai di benak calon konsumen? bersambung..


Membuat Headline yang Mendongkrak Konversi

Friday, August 8, 2014

KENAPA BISA BANGKRUT ATAU GAGAL? (2)

Pembahasan ini merupakan lanjutan dari tulisan Mas Jaya Setiabudi sebelumnya dengan judul yang sama. Bagi yang belum membaca bagian pertama, silahkan klik di sini.


————————-


Jadi sudah wajar apabila seorang yang mengambil TANTANGAN lebih tinggi, maka punya resiko untuk jatuh, betul? Nah, lebih dalam lagi, mari kita telusuri 3 Faktor “Kenapa kita Gagal atau Bangkrut”? 3 Faktor ini saya ambil dari buku saya kedua: Kitab AntiBangkrut, namun dengan tulisan bebas saya..


1. FAKTOR BUMI

Allah menurunkan aturan-aturan di alam semesta (sunatullah), seperti sebab akibat, gravitasi, pemasaran, manajemen, biologi dan tak terhingga lainnya. Masing-masing hukum alam tersebut masih bisa bergeser dikarenakan suatu kejadian/kondisi tertentu. Misalnya: ilmu pemasaran menjadi bergeser dan berantakan saat hadirnya internet, apalagi social media. Peta persaingan tak hanya toko tetangga seberang, namun juga di pulau dan benua lain.


Kekurangan kita dalam ‘ilmu bumi’ menjadi salah satu faktor kegagalan kita. Antisipasinya? Ya belajar lebih detail bidang/pekerjaan yang akan kita terjuni. UPDATE ilmu terbaru seperti meng-update operating system (OS) secara berkala. Apa yang Anda pelajari tahun lalu, bisa jadi sudah usang di tahun ini.


Saya juga berkomitmen mengikuti training setidaknya 2 kali dalam setahun. Training ya, bukan seminar sehari. Selain itu, gadget saya juga penuh aplikasi pembelajaran. Ada perasaan berdosa, jika saya tak bertumbuh tiap harinya.


2. FAKTOR MANUSIA

Seringkali, kita sudah tahu ilmunya, ehh masih dilanggar. Sudah tahu kalau bagian kasir harus dipisah dengan bagian akunting (laporan keuangan), ehh masih juga dilanggar. Jadilah manipulasi laporan keuangan. Sudah tahu kalau kebanyakan tenaga penjual punya kecenderungan kurang bisa mengelola uang, ehh masih aja duit menginap. kecolongan deh. Sudah tahu ketegasan itu hal yang mutlak bagi seorang pemimpin, masih over dosis toleransi, karena ‘gak enakan’. Jadilah virus merajalela..


3. FAKTOR LANGIT

Sesempurna ikhtiar kita pun, tak ada hak sedikit pun bagi kita untuk menentukan HASIL. Karena hasil adalah Hak Mutlak Allah. Maka dari itu, bertawakal harusnya diletakkan sebelum berikhtiar. Berpasrah apapun hasilnya, kemudian menyempurnakan ikhtiar. Memang benar banyak amalan yang dapat mempermudah jalan rejeki kita, namun tetap itu bukan hak kita untuk menuntut balas atas amalan kita. Apalagi, kita tak tahu mana yang terbaik bagi kita dimasa mendatang, kenapa harus mengatur keputusan Allah?


Tugas kita dalam memperbaiki faktor langit adalah dengan ‘mencari muka’ kepada Sang Pencipta, yaitu dengan melakukan segala perintah dan menjauhi segala larangan, ditambah sunnah dari nabi yang menjadi kekasih-Nya.


Dengan memahami ketiga faktor tersebut, justru harusnya kita semakin lebih yakin dan berani melangkah. Karena setiap kegagalan kita akan menjadi pertumbuhan mental dan spiritual kita. Semoga kita dapat membersihkan hati, melompat bukan untuk sekadar mengejar pencapaian duniawi, apalagi pembuktian kepada manusia, tapi diniatkan ibadah untuk terus bertumbuh dan belajar ilmu Allah, yang diturunkan di bumi.


Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. hehe..



KENAPA BISA BANGKRUT ATAU GAGAL? (2)

Thursday, August 7, 2014

The Magic of Copywriting

The Magic of Copywriting adalah Ebook terbaru dari Mas Jaya Setiabudi. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh mas Jaya Setiabudi di Gorup Juragan Forum bersama Jaya Setiabudi di bawah ini.


————————-


Barusan merevisi formula Anatomi Sales Script. Sedang saya uji coba ke beberapa produk. Jika angka konversinya berubah drastis, baru akan saya terbitkan ebooknya. Judulnya juga belum dapat yang pas. Sementara masih “The Magic of Copywriting, Menjual Tanpa Tatap Muka”.


Masing-masing elemen anatomi akan saya jabarkan dengan detail contoh-contoh kasus. Semoga menjadi lompatan omzet bagi pengusaha & pemasar online.


Ada masukan kah?


Ebook The Magic of Copywriting


The Magic of Copywriting



The Magic of Copywriting

Sunday, August 3, 2014

Tiga Tipe Penjual

Materi ini diambil dari group Juragan Forum bersama Jaya Setiabudi. Yang belum bergabung, langsung saja bergabung. Akan banyak tips bisnis rutin yang dibagikan oleh Mas Jaya Setiabudi.


3 TIPE PENJUAL


Coba amati 3 tipe ini, kemudian kita diskusikan..


 photo TigaTipePenjualYEAXPro.jpg


Jika melihat table 3 Tipe Penjual (di posting sebelumnya), pasti kebanyakan ingin menjadi tipe Konsultan, kenapa? Karena pada dasarnya kita sebagai pembeli tak mau di ‘bully’ dan sebagai penjual tak mau dibenci. Tapi pada kenyataannya, masih banyak tipe penjual ‘pengejar order’ alias “pokoknya harus closing..!”.


Pengejar Order


Ntah alasannya kepepet, ngejar komisi atau pun punya keyakinan/alasan super bahwa produknya dijamin dapat memberikan solusi bagi konsumen. Terutama bagi mereka yang telah ‘tercuci otak’ oleh sebagian kelompok penjualan dengan iming-iming komisi dan atau bonus rekrut plus jalan-jalan keluar negeri, serta mobil BMW (biasanya merek ini yang paling sering disebut). Seperti inilah skrip penjualan pengejar order:


“Produk ini sangat super bagus sekali..! Direkomendasikan langsung oleh Profesor XYZ dari antah berantah dan sudah digunakan oleh orang-orang terkenal sebelumnya. Mendapatkan ribuan penghargaan internasional (mbuh dari mana). Bisa menyembuhkan segala macam penyakit (kecuali takabur) dan sangat luar biasa kuadrat..” >> sambil mulutnya berbusa, he he..


Anehnya, makhluk pengejar order ini koq gak ada habisnya, gugur 1 tumbuh seribu. Yang paling menjengkelkan adalah mengatasnamakan ‘Peri Penolong’. Wajar saja jika para konsumen pun akan mewartakan, “Jangan dekat-dekat, ntar diprospek..!”.


Bagaimana jika kita jual produk yang kemungkinan hanya sekali berjumpa dengan konsumen, misalnya di tempat wisata, menjual cinderamata dengan cara super ngeyel? Ya silakan saja, bukan benar atau salah, adanya konsekuensi disumpahi, mau? Buat apa barang kita laku, tapi transaksi itu menjadi tidak berkah, sebaliknya serapah.


Profesional


Dikerjar target tak harus mengorbankan hubungan baik. Tipe perofesional adalah solusinya. Carilah target pasar yang tepat, itulah kuncinya. Jangan tawarkan popok bayi kepada mereka yang belum menikah. Jangan tawarkan perhiasan kepada mereka yang buat makan aja pas-pasan.


Jika target pasar sudah tepat, selanjutnya adalah bagaimana menyampaikan pesan bahwa mereka membutuhkan produk Anda. Menjual dengan memberikan informasi yang dibutuhkan lebih elegan daripada hanya sekedar suka dengan Anda. Karena lebih bisa diduplikasi kedepannya. Tentu saja jangan abaikan ilmu komunikasi (pacing – leading).


Konsultan


Alangkah indahnya, jika setiap uang yang kita dapatkan dari penjualan berbonus doa dari konsumen. “Makasih ya udah ditunjukkan produk yang pas. Semoga Allah melimpahkan rejekimu. Jangan sungkan kalau ada yang bisa kubantu..”


Menjadi penjual tipe konsultan, tentu memakan waktu lebih lama daripada tipe pengejar order. Tapi fondasi yang dibangun karena menebar manfaat dan kepuasanlah yang membuat rejeki lebih langgeng. Tak ada yang benar atau pun salah. Adanya adalah konsekuensi/akibat dari suatu tindakan. Tentu tak semua pembeli juga suka dilayani oleh tipe konsultan yang apa adanya. Kadang konsumen ingin tetap berjarak dan ‘dijilat’ atau disanjung meskipun itu bohong.


Saya masih sering mengkombinasikan tipe professional dan konsultan, tergantung konsumen suka yang mana. Karena kepuasan memiliki sifat subyektif, bukan obyektif. Masing-masing pelanggan berbeda.


Kembalilah ke definisi apa itu Pemasaran. Bukan sekedar produk laku, tapi bagaimana memuaskan pelanggan dan menguntungkan perusahaan. Tidak salah satunya, tapi keduanya. Jika tidak terpenuhi, lebih baik “No Deal”.


Dalam suatu percakapan dengan pelanggan saya..


Bapak : Mas J, dimana cari barang seperti ini?

Saya : Oh di toko A ada Bapak.

Bapak : Kalau di tempat Mas J ada?

Saya : Saya juga ambil dari dia Bapak.

Bapak : Terus kalau mau ambil dari Mas J, lebih mahalkah?

Saya : Pasti Bapak, kira-kira 10% lebih mahal.

Bapak : Ya udah gak papa, kirim ya barangnya..

Saya : Siap..!


Laku juga tuh..


————-



Tiga Tipe Penjual

Saturday, August 2, 2014

Apakah Kamu Dinosaurus?

Dunia terus berubah. Jika kita juga tidak berubah maka kita akan punah layaknya Dinosaurus. Yuk simak tips sukses dari Jaya Setiabudi dalam melakukan perubahan diri berikut ini.


—————————————————


 photo tipssuksesJayasetiabudi.jpg


“Saya sudah begini ya begini” atau “Saya lebih nyaman seperti ini..”


Itulah kata-kata Dinosaurus berjuta tahun lalu sebelum punah..



Perubahan memang tidak nyaman, tapi tak ada pilihan selain menyesuaikan, kecuali kita siap punah..


Contohnya social media, siapa yang tak menggunakannya, segera mereka akan tertinggal dan binasa. Kenapa? Karena social media memberikan LEVERAGE bagi bisnis kita. Menembus ruang dan waktu, eksponensial, bukan linier..


Teknologi yang kita unggulkan dimasa lalu, jika tak mengikuti tren, maka akan punah dimasa kini. Saya pun awalnya merasa tak nyaman menggunakan Android, tapi ‘dipaksa’ oleh tren untuk menggunakannya, jika ingin dapat leverage-nya.


Anda cukup punya tablet pc dan Anda akan mendapat ilmu gratis tak terbatas. Ralat, sebatas memori dan pulsa Anda.. . Tapi jangan gunakan Tabletmu untuk bermain game >> jaminan waktumu terbuang percuma dan jadi dinosaurus lagi.. ‪#‎JebakanTablet‬


Jangan protes pada perubahan atau melawannya. Justru syukuri perubahan sebagai sarana akselerasi. Kuncinya: Kemauan Belajar..


Om Kiyosaki bilang, “Jika ingin tau kemana tren mengarah, lihatlah anak muda..” >> Saya juga masih muda Om. *ngedot


Sudah, saya mau lari dulu.. Kalo kamu masih mau ngesot, yaa silakan, tapi jangan narik-narik kakiku donk.. he he..


Keep Moving Guys..!




Apakah Kamu Dinosaurus?

Friday, August 1, 2014

3 Hal Penting Tentang Kepemimpinan

Setiap bisnis membutuhkan kepemimpinan yang kuat. Yuk kita simka tips tentang kepemimpinan dari Jaya Setiabudi berikut ini.

———————
 photo tentangkepemimpinan.jpg


Demo karyawan itu, selain HASUTAN pihak ketiga adalah KELEMAHAN KEPEMIMPINAN..


Jika saya sudah membahas dari sisi saya sebagai ex-buruh. Saat ini saya akan sharing dari sisi pengusaha. Ilmu ini saya dapatkan dari almarhum ayah dan kakak ketiga saya. Alhamdulillaah saya memiliki tim yang loyal dan totalitas. No Demo pastinya…


1. ANGKA CUKUP


Ayah saya berpesan saat saya masih kuliah:


“Kalo kamu jadi bos nanti, jangan bayar karyawanmu dibawah angka kebutuhannya…”


Hal itu yang selalu saya ingat. Jadi setiap merekrut karyawan, saya akan menanyakan: “Berapa ANGKA CUKUPMU..?”


Jika mereka menyebutkan lebih tinggi dari kemampuan saya membayar, saya tak akan menerima (atau menawar). Daripada saya terima mereka, ternyata kebutuhan (ataupun keinginan) mereka tak tercukupi, maka akan jadi bumerang buat saya nantinya.


Seorang yang senantiasa bersyukur, akan bisa membedakan antara kebutuhan (cukup) dan keinginan (harapan).


Misalnya, dia minta Rp. 3,5 juta dan saya hanya mampu Rp. 2,5 juta, maka saya lebih memilih untuk tidak menawar dan tak menerima.


Sebaliknya apabila mereka menyebutkan ‘angka cukup’ mereka dibawah angka standar sesuai posisi (dan skill) yang saya perlukan, maka saya akan membayar lebih.


Pernah seorang programmer saya menyebut ‘angka cukupnya’ 1,5 juta perbulan dan saya memberikan 3 juta perbulan kepadanya. Begitu juga dengan beberapa karyawan saya lainnya..


2. JANGAN BEKERJA UNTUK PERUSAHAAN


“Jika kamu bekerja keras, lembur tanpa gaji, berjuang untuk memajukan perusahaan dan ternyata atasanmu tak menghargai atau mengabaikanmu, kecewakah kamu?”


Itulah pertanyaan saya kepada tim saya yang baru masuk.


Jika mereka bekerja untuk saya atau perusahaan, maka mereka akan kecewa saat saya tak menghargai (subyektif) mereka di kemudian hari.


Tapi jika mereka bekerja untuk mengasah ketrampilan mereka, meski lembur tanpa dibayar pun, mereka tak merasa rugi. Kenapa? Karena mereka bertumbuh setiap harinya.


Saya menekankan, “Toh jika kemampuanmu bertumbuh dan aku tak menghargaimu, in sya Allah orang/perusahaan lain akan melirikmu.” >> Sah saja..


3. MANUSIAKAN MANUSIA


Saya berani jamin, berapapun gaji mereka Anda naikkan, selalu ada ketidakpuasan. Sebaliknya, di beberapa perusahaan yang masih menggaji pas-pasan, tapi karyawannya betah dan hepi-hepi saja. Koq bisa?

Saya belajar dari ayah dan kakak ketiga saya dalam hal ini. Seperti kisah khalifah Umar bin Khatab, ayah dan kakak saya adalah figur pemimpin empati yang ‘blusukan’, membaur bersama pekerja.


Saat ayah saya barusan bekerja di pabrik kayu, dia mengembalikan mobil fasilitas kantor dan memilih jalan kaki atau pinjam sepeda satpam untuk pulang ke rumah kontrakan. Saya bertanya:


“Kenapa papah balikin mobil dinasnya?”


Ayah saya menjawab:


“Lha mereka (buruh) masih dibayar dibawah UMR, koq papah baru datang (bergabung ke perusahaan), udah naik mobil sedan. Pasti mereka akan cemburu dan papah susah membaurnya.”


Mereka berdua kerap membawa makanan dan minuman saat pekerja lembur atau menengok dan membantu mereka yang sedang sakit. Tak seberapa dibandingkan kenaikan gaji, tapi efek emosionalnya luar biasa.


Hal itu membuahkan hasil. Saat seluruh pabrik di lingkungan industri, kakak saya bekerja, pada demo, hanya buruh di pabrik kakak saya yang tak ikutan demo. True story..!


Semoga saya dapat meneladani mereka, menjadi pemimpin yang dicintai, bukan karena uang.. >> Matre



3 Hal Penting Tentang Kepemimpinan

Wednesday, July 30, 2014

GAK PUNYA DUIT, THR Haruskah..?

Haruskah seorang pengusaha memberikan THR untuk karyawannya? Bahkan jika pengusaha tersebut tidak punya uang? Yuk simak penjelasan dari Mas Jaya Setiabudi berikut ini.


——————————


Seorang sahabat bertanya via twitter, “Ketika seorang pengusaha dituntut THR dikala kondisi perusahaan sedang limbung.what should we do?”

Saya jawab, “Ngutang sana sini..”



Karena penasaran dengan jawaban saya via twitter, dia sms ke saya, “Mas, kenapa pilihannya itu? Kan menambah beban ke perusahaan?”

Saya jawab, “Aku juga begitu. Itulah resikonya jadi pengusaha. Kalau gak, tutup aja usahanya..”


Berat kan tanggung jawab seorang pengusaha? Jangan dipandang pas enaknya saja. Disisi lain, karyawan jangan iri lihat pengusaha dapat hasil yang besar. Harusnya juga berfikir pas ruginya besar.


Sejak tahun 1998 mulai bisnis, hingga hari ini, saya berkomitmen untuk tidak menunda seharipun gaji karyawan saya. Ini adalah komitmen yang berat. Bahkan di masa-masa sulit, terpaksa kami gestun (gesek tunai kartu kredit) untuk menggaji karyawan kami.


Orang boleh tertunda gajinya adalah direktur/komisaris (owner) perusahaan. Karena mereka yang bertanggung jawab sebagai nahkoda kapal.


Dalam suatu workshop tentang finansial, pembicara mengatakan, yang harus dibayar terakhir adalah karyawan, yang harus diselamatkan pertama adalah diri sendiri. Ntah mana yang benar, mana yang salah, saya ikuti nurani dan arahan almarhum ayah saya saja..




GAK PUNYA DUIT, THR Haruskah..?

Tuesday, July 29, 2014

Penyakit Itu Berhama Berharap

Berharap dia berubah, ternyata tidak.

Berharap dia seperti yang dulu, ternyata berubah.



Berharap dia mencintaiku.

Berharap dia membalas kebaikanku.

Berharap dia mengerti isi hatiku.

Berharap dia kembali padaku.

Berharap dia selalu bersamaku.

Berharap dia seperti aku…


Berharap sedekahku berbalas instan.

Berharap budiku berbalas susu.

Berharap amalku mendatangkan rejeki.

Berharap ikhtiarku berbuah kaya.


BERHARAP memang memberikan MOTIVASI, selebihnya KEKECEWAAN…


Seperti air yang mengalir, menerima apa yang terjadi,

menetralisir sampah, kencing dan tahi…

Tidak berharap batu berpindah, namun melewati dengan senyum, sembari memeluknya…

Karena air tahu, tak ada yang abadi, hanya sebentar dilewati…




Penyakit Itu Berhama Berharap

Monday, July 28, 2014

Merek Yang Dianggap Ritual

 photo brownies-kukus-amanda-1.jpg


Yuk simak penjelasan dari Mas Jaya Setiabudi tentang apa itu merek yang ritual dan bagaimana menciptakan merek yang ritual.


——————————————————-


Entah kenapa, setiap kali saya mengunjungi pulau Dewata, selalu ada yang membisikkan ke saya, tidaklah lengkap kalau belum mampir ke Joger. Entah kenapa, ketika saya melewati kota Bogor, nggak sah juga, jika tidak membungkus roti unyil Venus. Dan entah kenapa, dari pegawai sampai menteri, jika berkunjung ke Batam, seolah mereka ‘wajib’ mencicipi sup ikan Yong Kee. Masih banyak produk-produk lain, seperti, brownis Amanda dan molen Kartikasari dari Bandung, bakpia Patok Yogyakarta, Soto Mbak Lin Semarang. Mungkin ini semacam ritual, jika tidak melakukannya, serasa kurang pas.


Coba bayangkan jika produk atau jasa Anda dijadikan ritual bagi orang lain yang melewati kota Anda. Hitung saja, berapa banyak keuntungan yang akan Anda raih. Tentu saja tak semudah itu, saat pertama kali saya makan di sup ikan Yong Kee, belasan tahun yang lalu, mereka hanya berdiri di sebuah kios kecil, 1 lantai berukuran kurang lebih 5 x 6 meter saja. Untuk makan di weekend, harus mengantri dan makan di trotoar, tanpa air-con, tanpa pelayan. Siapa sangka saat ini sup ikan Yong Kee memiliki bangunan yang besar-bertingkat dan menjadi mesin pencetak uang. Kalau tidak percaya, tongkrongin saja di salah satu cabangnya, hitung keluar masuknya orang per-jamnya.


Apa Penyebabnya?


Bagaimana sebuah merek (atau produk) bisa menarik fanatisme? Apakah karena rasanya? Saya paling tidak percaya jika orang meng-klaim “paling enak dan tidak ada yang bisa membuat lebih enak”. Wong membuat pesawat terbang aja bisa, masakbuat bumbu pecel yang ‘serupa’ tidak bisa?! Perhatikan… kebanyakan merek-merek ritual, tidak ‘dikerek’ dengan promosi yang sensasional. Namun lebih dikarenakan efek dari mulut ke mulut alias referensi. Efeknya tidak instan seperti kebanyakan marketer saat ini menginginkan. Karena yang instan melejit, biasanya juga instan umurnya. Kenapa bisa begitu? Ya itulah hukum alam.


Perhatikan merek-merek yang dianggap ritual, apa ciri khasnya? Kebanyakan si pendiri terjun langsung memberikan spirit di setiap produknya. Pernahkah Anda melihat suatu usaha serasa hilang rohnya, saat si pemilik tidak ada disitu? Padahal bumbunya standar lho. Trus, apakah kita harus nongkrongin warung kita sampai kita mati? Dalam buku Pour your heart into it, Howard Schultz mengungkapkan bagaimana STARBUCKS dibangun dari secangkir demi secangkir kopi yang disajikan dengan hati. Artinya, ’roh’ dalam bisnis itu harus diturunkan turun temurun ke semua karyawan, sebelum si pendiri meninggalkannya. Jikalau para karyawan saja tidak memiliki rasa bangga dan alasan (selain uang), kenapa mereka bekerja disana, maka roh itu belum nempel. Setiap karyawan bahkan harus menjadi pengguna (jika memungkinkan) dan pengagum produk yang dijual. Dimanapun dan kapanpun mereka berada, hati dan mulut mereka membicarakan kelebihan produknya.


Semuanya butuh proses, seperti menanam sawit, memakan waktu tahunan untuk dapat memetik hasilnya. Kebanyakan pengusaha sekarang tidak tahan menunggu prosesnya. Belum sempat roh itu menular dan merasuk ke tubuh perusahaan, pengusaha baru terlalu terburu-buru mencaplok bisnis yang lain.


”Semua bisnis bagus, asalkan ditekuni dengan serius dan di manage dengan benar”



Merek Yang Dianggap Ritual

Saturday, July 26, 2014

Tertipu Oleh Diri Sendiri

Nasihat dari Jaya Setiabudi agar kita tidak tertipu oleh diri sendiri. Yuk kita simak..


—————————————————–


 photo JayaSetibudi.jpg


Belasan tahun yang lalu, saat saya masih duduk di bangku kuliah di Surabaya, saya sempat mengikuti pengajian rutin, yang dikelola oleh sebuah pondok pesantren ternama di Jawa Timur. Bukan keilmuan agama yang akan saya bicarakan disini. Tapi ada suatu pelajaran yang sangat berharga bagi saya tentang ‘kesombongan’! Seperti kebanyakan orang yang baru keluar dari ‘sekolah’ dengan segudang idealisme, perilaku sayapun berubah drastis. Setiap melihat suatu kejadian yang tidak ‘agamis’, spontan saya ‘nyebut’ kalimat Allah. Ada seorang (wanita) primadona kampus, sebut saja Susi (bukan nama sebenarnya). Saat itu, ia sedang berpakaian seronok dan bercengkerama mesra dengan pacarnya, yang tentu saja bukan muhrimnya. Begitu saya melihat kejadian itu, langsung keluar dari mulut saya ”masya Allah (kata yang sering diucap saat melihat sesuatu yang buruk)…!” Lepas dari kesalahkaprahan saya menggunakan kata itu (harusnya untuk suatu kekaguman), dalam hati kecil saya, terbesit anggapan bahwa ”Dia itu MAKSIAT, sedangkan saya lebih baik dari dia”.


Suatu saat…


…Susi datang bersama kawan-kawan yang lain (yang berjilbab), untuk belajar dengan saya guna menghadapi ujian semester yang segera datang. Baru kali itu Susi datang belajar ke tempat saya. Seperti biasa, pakaian Susi tergolong ketat, membuat saya istighfar terus, (kembali lagi) sambil mencemooh dirinya di hati saya. Pertemuan hari pertamapun selesai. Mereka berjanji akan melanjutkan belajar dengan saya di rumah kos saya esok harinya. Bak Fahri (dalam Ayat-ayat Cinta), Jayapun jadi idola wanita saat itu, narsis euy! Keesokan harinya, tak disangka, Susi datang ke tempat kos saya mendahului kawan-kawan lainnya. Setelah sejenak terdiam karena canggung, Susi berkata,”Jay, sebenarnya dari dulu aku pengin belajar sama kamu, tapi…!” Karena penasaran, saya tanya,”Tapi kenapa?” Dengan wajah tertunduk malu dan suara lirih ia menjawab,”Aku malu ketemu sama kamu! Aku merasa diriku ini ’kotor’, sedangkan kamu itu ’bersih’ dan alim”.


”Astaghfirullah Al’Adziim”, saya nyebut dalam hati dengan muka saya yang memerah, air mata yang hampir menetes. Sejenak saya berfikir,”Seandainya saat itu Allah mencabut nyawa kita berdua, mungkin sayalah yang pantas masuk neraka dan dia yang pantas masuk surga!” Koq bisa begitu? Ya, karena dibalik ’baju alim’ saya, terdapat ’kotoran hati kesombongan’. Sebaliknya, Susi yang merasa dirinya ’kotor’ tidak memiliki pikiran kotor terhadap orang lain. Jadi menurut saya, Susilah yang lebih ’suci’ dari saya.


Bukankah semua agama mengakui bahwa iblis, yang hampir sepanjang hidupnya taat, tidak dapat masuk surga karena ’kesombongannya’, karena merasa dirinya lebih unggul dari makhluk Tuhan lainnya? Sementara Nabi Adam, meskipun berbuat dosa, diijinkan masuk ke surga karena kerendahan hatinya? Guru saya pernah memperingatkan untuk berhati-hati terhadap suatu penyakit, yang disebut ’Tertipu oleh diri sendiri’. Penyakit ini justru akan muncul saat kita bertambah ilmu dan bertambah amal. Tapi ilmu dan amal itulah yang membuat kita terjerumus. Semoga kita terhindar dari hal yang demikian!


”Daripada sibuk melihat aib orang lain, sibuklah melihat aib sendiri!”



Tertipu Oleh Diri Sendiri

Friday, July 25, 2014

Kenapa Bisa Bangkrut Atau Gagal?

Pembahasan mengenai “Kenapa Bisa bangkrut atau gagal” ini diambil dari Group Juragan Forum Bersama Jaya Setiabudi.


————————————


KENAPA BISA BANGKRUT ATAU GAGAL? (tulisan 1 dari 2)


“Setelah hampir 3 tahun sejak Mandala Airlines diakuisisi oleh Saratoga Capital, pimpinan Sandiaga Uno, akhirnya terpaksa menutup rute penerbangannya”. Itulah salah satu kisah miris dibalik tangan emas Sandiaga Uno. Wajarkah..?


Menurut saya: SANGAT WAJAR..!



Tak ada perencanaan manusia yang sesempurna perencanaan Allah. Kegagalan dalam langkah kita, sesungguhnya adalah keberhasilan dalam pembelajaran.


Kisah kegagalan Sandiaga Uno tidak hanya terjadi pada Mandala. Dia pernah mengatakan kepada saya langsung, bahwa di awal tahun 2008, dia merugi 1,2 triliun. Wajarkah..? (asset Recapital 800 M, Liabilities 2 T)


Perlu waktu 1 bulan untuk bernegosiasi dengan belasan bank yang dihutanginya, agar dapat dilakukan pengaturan pembayaran hutang. Alhasil di tahun 2008 akhir, Sandiaga kembali mengagetkan karena menduduki peringkat 59 orang terkaya di Indonesia (Globe Asia) dengan estimasi kekayaan US$ 200 juta. WoW.. seperti roller coaster yak..?


Kini Anda dapat sedikit bernafas lega, ternyata kerugian Anda berasa tiada papa dibanding dengan kerugian Grup Recapital, milik duo Sandiaga dan Rosan di tahun 2008.


Jika saat itu Sandiaga menyerah dan kembali bekerja sebagai eksekutif bergaji 1 miliar perbulan, maka ia perlu waktu 1 abad untuk membayar kerugiannya. Keburu jadi mummy.. 


Jika seorang pengusaha jagoan dan super teliti seperti beliau saja masih gagal, apalagi saya..? Tapi bukan berarti dijadikan alasan untuk mentoleransi kegagalan lho. Justru untuk memotivasi >> Gagal itu Wajar, yang tak wajar adalah yang MENYERAH..!


bersambung…


————————————


Kitab Anti Bangkrut Karya Jaya Setiabudi





Kenapa Bisa Bangkrut Atau Gagal?

Monday, July 21, 2014

Cerita Miris Alumni Entrepreneur Camp

Bagi Anda yang belum tahu apa itu Ecamp. ECamp Indonesia atau Entrepreneur Camp adalah salah satu pelatihan yang diadakan oleh Mas Jaya Setiabudi. Ecamp merupakan pelatihan 3 hari 2 malam, dimana peserta akan diajak untuk membentuk mindset/pola pikir entrepreneur/wirausaha. Telah memiliki lebih dari ribuan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Ecamp Jaya Setiabudi ini diselenggarakan hampir setiap minggu di kota-kota yang berbeda, seperti Pekanbaru, Cipanas, Anyer, Surabaya, Jogja dan sebagainya.


Banyak cerita tentang Alumni Ecamp dalam membangun usaha. Salah satunya adalah yang diceritakan oleh  Mas Jaya Setiabudi berikut ini.


——————————–


Ada sebuah cerita miris tentang seorang alumni Entrepreneur Camp (ECamp), sebut saja Juli namanya. Beginilah percakapan kami…


Juli : Mas J, aku punya usaha jualan busana muslim. Apakah aku harus menggunakan nama tokoku di papan nama depan ataukah menggunakan merek salah satu produk orang lain yang terkenal?


MJ : Hah, apa alasanmu pakai merek orang lain di papan nama tokomu?


Juli : Karena pelanggan tuh tahunya aku jual jilbab ABC (sebut aja seperti itu). Merek itulah yang lebih dikenal dibanding nama tokoku.


MJ : Oww, gitu tho kasusnya…. Emangnya kamu sudah jadi distributor resminya dia juga?


Juli : Gak juga sih, cuman agen aja. Ada beberapa agen lainnya selain aku. Belum ada distributornya disini.


MJ : Selain dari produk merek ABC, adakah produk-produk lain yang kamu jual?


Juli : Banyak mas, tapi tak selaris produknya dia.


MJ : Apa kamu ada rencana atau visi, suatu saat akan menerbitkan merek sendiri untuk busana muslimmu?


Juli : Pasti donk mas, siapa sih yang gak pengin, tapi kan merekku belum terkenal.Trus gimana nih mas?


MJ : Oke aku paham kondisinya. Jadi intinya kamu menanyakan, apakah sebaiknya pakai nama ABC sebagai nama tokomu ataukah merekmu sendiri, betul?


Juli : Betul mas…


MJ : Begini Jul…, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan sebelum kamu mengambil keputusan. Pertama, karena statusmu bukan sebagai exclusive distributor yang mendapat proteksi dari produsen, maka sangatlah beresiko. Apa jadinya setelah kamu berjuang mempopulerkan produk-produk mereka, kemudian suatu saat nanti mereka mendepakmu atau membuka Toko ABC yang jauh lebih besar di kotamu?

Kedua, bukankah kamu punya impian membangun merekmu sendiri, bukan sekedar menjadi reseller merek lain? Kenapa tidak kamu besarkan merekmu saja?


Juli : Bener juga ya mas, aku gak kepikiran poin yang pertama. Tapi untuk poin yang kedua, kan perlu waktu dan biaya ekstra untuk mempopulerkan sebuah sebuah merek, mas?


MJ : Betul! Nah, inilah seni memadukan keduanya… Gunakan produk dari merek-merek terkenal sebagai ‘gula’ (baca artikel Hukum Semut) untuk menarik para semut datang. Karena bagaimanapun, lebih gampang menjual merek yang terkenal. Jika sudah banyak pesaing lain yang menjual merek-merek tersebut, berikan diskon lebih. Jangan berfikir mengambil untung dari produk tersebut. Ingat, yang penting semutnya datang dulu dan betah di tokomu (sering kembali). Bukan hanya itu, ciptakan kondisi getok tular hingga para semut akan saling memberitahu,”Mau jilbab ABC, ke toko XYZ (nama tokomu) saja, miring harganya!”. Nah, saat para semut menjadi pelangganmu, tawarkan ‘roti’, ‘susu’ dan ‘coklat’, yang berlabelkan merekmu sendiri. Jelas?


Juli : Tapi mas….


Pemirsa, eh pembaca…. Apa kelanjutan dari kisah tersebut? Juli tetap menggunakan merek ABC sebagai nama tokonya. Sampai-sampai kita menyapanya dengan ‘Juli ABC’. Dia aktif mengkampanyekan merek tersebut, meski belum menjadi distributornya. Malangnya, beberapa tahun kemudian, setelah pasar teredukasi dan mencukupi kuota, ABC membangun Toko di kota Juli dan melarang Juli menggunakan ABC sebagai nama tokonya. Disitulah Juli mulai terpukul dan mengganti nama tokonya dengan Toko XYZ. Malangnya, pelanggan berfikir Toko ABC sudah pindah tempat dan tak mau menjajal produk di Toko XYZ. Akhirnya Juli banting setir membuka bisnis lainnya yang beda total dengan sebelumnya.


Belajar dari kisah Juli, memang tidak ada yang sia-sia atas apa yang terjadi. Tapi alangkah baiknya kita belajar dari pengalaman orang lain, untuk menghindari ‘lubang’ yang serupa.Boleh Anda numpang beken dengan merek orang lain, tapi besarkanlah jalur distribusi Anda, bina pelanggannya dan besarkan besarkan merek Anda sendiri kelak. Bukan sekedar bangga dengan kebesaran merek orang lain. Perlu diperhatikan juga bahwa semut yang Anda pancing dengan gula, haruslah sesuai dengan target pasar ‘roti’, ‘susu’ dan ‘coklat’ yang Anda jual. Jika tidak, maka para semut pun tak berselera dengan produk-produk Anda. Paham?



Cerita Miris Alumni Entrepreneur Camp

Sunday, July 20, 2014

ILMU GRATIS BERTEBARAN

Yuk kita simak penjelasan dari Mas Jaya Setiabudi tentang tips menjadi pengusaha sukses berikut ini. Kesimpulan dari pembahasan ini adalah Pentingnya untuk mengupdate ilmu. Kemudian untuk menjadi pengusaha Hal terpenting pertama adalah keberanian. Dan hal terpenting ke dua adalah menguasai pemasaran. Pemasaran masa depan ada di internet. Langsung saja kita simak pembahasan dari mas Jaya Setiabudi berikut ini.


————————-


“Jika satu-satunya alat yang Anda miliki hanyalah palu, maka setiap masalah akan dianggap sebagai paku.” ~ Abraham H. Maslow.


Maksudnya: Ilmu harus diupdate, agar speed dan akurasi kita terjaga. Kalo kita hanya punya Palu, mau potong kayu, dipukul-pukul, ya hasilnya tak akan rapi dan sesuai kebutuhan. Sadar akan hal itu, saya berusaha komit untuk terus belajar. Dan minimum 2x pertahun saya mengikuti TRAINING.



Dari pengalaman bisnis dan berbagi tentang ilmu bisnis, saya menemukan POLA yang akhirnya saya rumuskan di kurikulum YEA.


Kalau ditanya Apa yang Terpenting untuk menjadi seorang Pengusaha? Saya akan jawab konsisten: K.E.B.E.R.A.N.I.A.N. Lepas dari halal haram yang dia lakukan, cepat atau lambat pertumbuhan, dll. Tanpa KEBERANIAN, mustahil jadi Pengusaha.


Hal kedua: Jika ditanya ILMU apa yang TERPENTING dalam bisnis? Saya akan jawab konsisten juga: P.E.M.A.S.A.R.A.N.


Pemasaran yang dimaksud adalah hingga bisa Menjual Produk. Sering orang memisahkan antar pemasaran dan penjualan. Yang benar: Penjualan (selling) adalah bagian dari ilmu Pemasaran (Marketing). Ujung-ujungnya D.U.I.T. Bisnis tanpa penjualan, duitnya dapat dari mana? | “Saya bisnis JASA Mas J” >> tetap sama: menjual jasa..!


Maka dari itu, ilmu pertama yang diajarkan di YEA (Young Entrepreneur Academy) adalah Menjual, dari yang sederhana hingga lebih terkonsep. Tapi.. kembali lagi, PALU yang Anda miliki tak cukup untuk membuat ‘mebel’ yang cantik. Anda perlu gergaji, bor, amplas, dan lainnya. Kalau ilmu menjual eceran hanya bisa untuk survive, maka Anda perlu strategi pemasaran yang lebih canggih untuk miliaran.


Kalo ditanya: Ilmu pemasaran terkini, apa? Saya akan jawab: I.N.T.E.R.N.E.T. >> Saya juga nyesel telat belajarnya.


Pemasaran Internet bukanlah TREN, tapi FUTURE, alias Mau Gak Mau, HARUS..! Itu sebabnya internet marketing jadi ilmu wajib juga di YEA. Gak usah khawatir, sekarang memasarkan di internet banyak yang serba gratis. Web, blog, socmed..


Yang gratis belum tentu kalah sama yang bayar. Terbukti JuPe @fikryfatullah dulu EKSPOR amplifier gitar ke eropa hanya via BLOG.


Mau buka toko online gratis dan gampang? Ada di www.yukbisnis.com.


Mau ilmu Internet Marketing GRATIS, nih habiskan >> HOT.yukbisnis.com. Cukup untuk stok ilmu sebulan..


Sayang yang gratisan sering diremehkan. Padahal di belakangnya kita yang support gak gratisan gajinya, hehe..


Mau tau brapa total investasi untuk Yukbisnis 2 tahun ini? Rp 1,5 M dan masih belum pernah ‘narif’ ke membernya. GRATIS untukmu..


Kalo web Yukbisnis fokus untuk yang mau buka toko online, maka Affiliate fokus untuk mereka yang gak mau ribet menangani orderan, tapi mau duitnya 


Ilmu gratis Affiliate juga bisa dibaca di HOT.yukbisnis.com. Lebih dari cukup untuk mencetak pendapatan 10 juta perbulan.


Kalo mau lebih dalam, bisa beli ebooknya disini >> yuk.bi/t8d3f karangan Fikry Fatullah Full DAGING ASAP >> bukan untuk speed reader.




ILMU GRATIS BERTEBARAN

Saturday, July 19, 2014

Sukses Berpola Gagal Berpola

jayasetiabudisuksesberpolagagalberpola


Yuk kita simak cerita titik balik Jaya Setiabudi dalam mencapai suksesnya. Ini adalah kisah nyata Jaya Setiabudi yang dishare di Group Juragan Forum Bersama Jaya Setiabudi.


—————————————————————————————————————————————————————-


Saat pertama kali bergabung di salah satu anak perusahaan Astra di Batam, saya dan teman-teman satu batch (angkatan), harus melewati masa training. Di akhir sesi training kita selama 3 bulan lamanya, kita diwajibkan untuk membuat studi kasus yang harus diselesaikan menggunakan metode Practical Problem Solving (PPS). Permasalahan yang timbul adalah, kami diwajibkan presentasi menggunakan metode PPS dalam bahasa Inggris. Review presentasi dilakukan sebanyak 4 kali, sampai akhirnya final presentation di depan COO (Chief Operational Officer) yang notabene orang ‘bule’. Celakanya, bahasa Inggris saya saat itu amburadul dan super tidak lancar. Untuk menutupi ketidak lancaran saya setiap presentasi dalam bahasa inggris, saya berdalih menyalahkan metode PPS yang tidak up to date.


Suatu saat, sepulang dari tempat kerja, saya menyambangi kawan satu batch saya, Fajar Hidayat namanya. Di kamar mess (rumah dinas) Fajar, saya menggerutu tentang kelemahan-kelemahan metode PPS dan tidak adanya manfaat yang didapat dari materi tersebut. Awalnya Fajar hanya mendengar sambil melirikkan matanya dari bawah keatas. Tiba-tiba dia memotong omongan saya dengan nada serius, ”Yak (panggilan akrab saya), menurut aku, kamu itu tipe orang yang suka excuse terhadap sesuatu yang kamu tidak mampu. Kamu tidak berusaha membuat dirimu mampu. Orang kayak kamu itu, biasanya gak pernah nomor satu!”


Wow wow wow, saya hanya terdiam sejenak dengan muka merah terbakar omongan kawan baik saya. Sayapun bertanya dengan nada tinggi, ”maksudmu?!”. Fajar pun menjawab dengan sangat jelas, ”Sebetulnya bukan metode PPS-nya yang kurang, tapi aku tahu kamu punya kekurangan tidak lancar berbahasa inggris. Dari situ kamu membuat dalih untuk menutupi kekuranganmu!”. Tanpa bicara lagi, dengan muka masam, saya meninggalkan mess Fajar, yang jaraknya hanya satu gang dari mess saya. Malam hari itu darah saya naik ke kepala, rasanya ingin marah besar, karena belum pernah ada orang yang mengkritik saya setajam itu. Saya merenung memikirkan kembali setiap perkataan Fajar, ”….orang kayak kamu itu, biasanya gak pernah nomor satu!”.


Saya flashback ke masa lalu saya, ternyata benar apa yang dikatakan Fajar, memang SAYA TIDAK PERNAH NOMOR SATU. Setelah menganalisa kembali apa yang menyebabkan saya tidak pernah nomor satu? Padahal saya terhitung pekerja keras dan gigih. Ternyata kuncinya ada di kata-kata Fajar,”…kamu itu tipe orang yang suka membuat EXCUSE terhadap sesuatu yang kamu tidak mampu. Kamu tidak berusaha membuat dirimu mampu!”. Exactly, itulah diri saya di masa lalu. You woke me up, my friend! Sejak malam itu saya berikrar, ”Saya akan menjadi yang terbaik di manapun saya berada dan di bidang yang saya tekuni!”


Belajar dari pengalaman saya dan orang lain, saya menyimpulkan bahwa ada POLA SUKSES dan POLA GAGAL. Tuhan telah menciptakan manusia dengan mekanisme serba otomatis. Orang-orang yang gagal dalam kehidupannya, dia memiliki pola gagal yang berulang. Begitu juga orang yang sukses, memiliki pola sukses yang berulang. Apapun deskripsi Anda tentang sukses, amatilah orang yang menurut Anda sukses dan gagal, perhatikan polanya. Saat saya memutuskan untuk mengubah nasib saya, saya mengubah pola saya yang lama, seperti tidak disiplin, banyak alasan, cepat menyerah, tidak tuntas dalam kerja, juga ketidak beranian mengambil resiko. Apa pola gagal Anda? Simple, hanya dibalik saja dan sukseslah Anda..


Thanks Jar..!



Sukses Berpola Gagal Berpola