Wednesday, May 13, 2015

Telkom University Jalin Kerjasama dengan YEA Indonesia

YEA Indonesia merupakan lembaga pendidikan alternatif bagi anak muda yang ingin belajar menjadi seorang pengusaha. YEA Indonesia berdiri pada tanggal 31 Oktober 2007, beralamat di Jalan Teuku Angkasa No.26 Bandung.


Jaya Setiabudi, Founder YEA


Jaya Setiabudi atau lebih akrab dengan panggilan ‘Mas J’, lahir di Semarang, tanggal 27 April 1973. Mas J memasuki dunia kerja pertama dan terakhirnya di Astra Microtronics Technology (AMT), Batam (1997-1998). Cita-citanya menjadi pengusaha segera ia wujudkan dengan membuka usaha perdananya di bidang industrial supply.


Seperti lagu dangdut, ‘Jatuh Bangun’ menjadi ‘makanan’ Mas J dalam menjalankan usahanya. Untungnya, tidak ada kamus ‘menyerah’ dalam diri Mas J. Usaha yang dimulai dari modal dengkul dan berkendaraan ojek, menjelma menjadi sebuah grup perusahaan bernama Momentum Group, dengan bidang usaha: otomatisasi industri, mechanical & electrical, pemasok bahan masakan, konstruksi, pelatihan bisnis dan web Yukbisnis.com.


Hati Mas J pun terpanggil untuk mengembangkan iklim berwirausaha di Indonesia. Buah karyanya terbukti menciptakan wirausahawan wirausahawan yang tangguh dan berintegritas, antara lain: Entrepreneur Camp (Ecamp), Young Entreprenur Academy (YEA), YEA Virtual, juga mahakarya Yukbisnis.com. Bersama kawan-kawannya, Mas J juga mendirikan organisasi sosial kewirausahaan, bernama Entrepreneur Association (EA).


Berbagi tak pernah rugi, itulah prinsip hidup Mas J. Ia pun lantas gemar memberikan pelatihan dan motivasi bisnis. Ciri khas dari pelatihan Mas J, selain mudah dimengerti, juga menghibur. Sepulang dari mengikuti pelatihan bersama Mas J, para peserta tahu apa yang harus segera dilakukan agar bisnisnya semakin berjaya. Impian Mas J adalah memiliki Pusat Pembelajaran Kewirausahaan Terpadu dan Terbesar di Indonesia.


Tel-U Jalin Kerjasama dengan Young Entrepreneur Academy






yea indonesia's photo.





Telkom University (Tel-U) dan Young Entrepreneur Academy (YEA) resmi menjalin kerjasama. Penandatanganan MoU di antara keduanya dilakukan oleh Rektor Tel-U Prof.Dr.Mochammad Ashari, M.Eng.,Ph.D dan Direktur YEA Kukuh Indraprasena, S.Si di gedung Miossu Lantai Dasar, Selasa (5/5/2015). Kerjasama mencakup pemberian beasiswa sarjana wirausaha, entrepreneur camp (e-camp) bagi mahasiswa, training for trainer, YEA executive program (YEA XPRO) untuk para pegawai. Dalam sambutannya, Ashari mengungkapkan harapannya kerjasama ini dapat memberi kontribusi terhadap kemajuan bangsa. Entrepreneur dapat menjadi solusi bagi bangsa, karena tidak mungkin industri dapat menampung seluruh lulusan dan menyediakan lapangan kerja.
“Mari kita sama-sama memperbaiki anak bangsa supaya semakin mandiri dan martabat bangsa Indonesia lebih baik atau sejajar dengan bangsa-bangsa lain,” kata Azhari –


Telkom University Jalin Kerjasama dengan YEA Indonesia

Saturday, May 2, 2015

Tips Reseller: Kenapa Saya Gagal Menjual?

Lebih mudah mana: menjual banyak macam produk atau 1 macam produk? Banyak macam produk seperti: baju, hijab, herbal, sepatu, tas, alat tulis, sepeda, elektronik, dan lainnya.


Kalau belum praktik, mungkin Anda akan bilang “lebih mudah menjual banyak produk donk, kan ada pilihan..”. Pada kenyataannya, saat Anda diberi banyak pilihan Anda akan:

1. Menjual keseluruhan secara bersamaan.

2. Memilih salah 1 produk dan menjualnya, jika gagal, akan mencoba produk lainnya.

3. Menentukan 1 produk dan fokus berusaha menjual produk tersebut sampai berhasil.

Pilihan 1 dan 2 terbanyak, jarang sekali yang melakukan pilihan 3.


Kenapa gagal?


Gagal sebetulnya hal biasa, karena itu proses belajar. Hanya saja kebanyakan orang menyerah atau menyalahkan sebab diluar dirinya. Hal itulah yang membuatnya tak menemukan ‘sebab utama’ atas kegagalannya.


Menjual banyak produk bersamaan membuat otak tidak fokus. Masalah yang akan timbul:
• Mana yang mau ditonjolkan?
• Product knowledge mana yang akan dipelajari lebih dalam?
• Target pasar mana yang akan dibidik?
• Apakah target pasarnya sama?
• Apa nama toko yang akan Anda gunakan? PaLuGaDa atau Doraemon?
• Berapa banyak tim yang Anda perlukan untuk mengurusi penjualan multi produk?
 photo tips untuk reseller jualan.jpg


Tak menjadi masalah jika tim Anda kuat. Namun jika Anda mulai dari diri Anda sendiri, Anda akan kelimpungan dan hasilnya minim.


Tak menjadi masalah juga jika Anda membuka supermarket di hutan. Namun jika sekitar Anda sudah berjamur supermarket, Anda harus masuk ke ‘spesial’ market.


Memilih 1 (macam) produk diantara banyak pilihan produk. Hal ini adalah pilihan yang tepat di iklim persaingan. Hanya saja sering terjadi: Jika gagal menjual, akan beralih ke produk berikutnya. Kenapa begitu? Iya kalau saat menjual langsung tokcer, kalau gak laku-laku? Akan timbul pemikiran, “Apa mungkin salah pilih produk yaa..?”. Padahal bisa jadi:
• Cara menjualnya yang salah.
• Pengetahuan detail produk kurang.
• Pemilihan target pasar yang keliru.
• Kompetisinya terlalu tinggi (diferensiasi kurang).
Selain alasan yang terakhir, tak ada alasan untuk mengganti produk. Tidak ada salahnya mengganti produk, tapi jangan biasakan diri Anda menyerah apalagi menyalahkan saat terjadi kegagalan.


“Sukses berpola, Gagal juga berpola”


Apalagi jika ada orang yang telah terbukti berhasil menjual produk yang serupa. Artinya bukan produknya yang salah, tapi ikhtiar Anda yang kurang sempurna.


Fokus 1 produk sampai berhasil..! Hal ini adalah pilihan terbaik, kecuali dalam 1 kondisi: terlalu banyak pesaing dan sensitive terhadap harga. Mindset fokus terhadap 1 produk, membuat Anda melakukan upaya serius untuk mempelajari seluk beluk produk tersebut.


“Semakin belajar, semakin tahu seluk beluknya..
Semakin tahu, semakin mampu menjelaskan
dan menjawab pertanyaan,
semakin percaya diri..”


Percaya diri yang dibentuk dari pengetahuan yang mendalam menghasilkan tipe penjual yang ahli, bukan sekedar ‘ngecap’.


Mindset serupa juga kami tekankan kepada para reseller Yubistore (Yubi Juragan). Meski banyak pilihan produk di Yubistore, pilihlah hanya 1 produk penetrasi. Fokus dan pelajarilah seluk beluknya. Siapa yang membutuhkan? Dimana mereka biasa berkumpul? Kenapa mereka harus membeli produk Anda? Bagaimana cara menyampaikan pesan yang benar?


Anggaplah seolah Anda hanya memiliki 1 produk itu saja, cintailah dia, jualah dengan hati..


“Semua produk bagus, asalkan ditekuni dengan serius. Menjual kacang saja bisa jadi miliarder..” Terbukti..!



Tips Reseller: Kenapa Saya Gagal Menjual?