Bagi Anda para pebisnis mungkin ingin sekali berkonsultasi secara pribadi ke Mas Jaya Setiabudi. Atau mungkin Anda pernah mengirimkan pertanyaan langsung melalui email, inbox, ataupun email. Namun, tidak dijawab oleh mas Jaya Setiabudi. Di bawah ini adalah penjelasan langsung dari Mas Jaya Setiabudi tentang kenapa jarang membalas pertanyaan pribadi. Penjelasan ini disampaikan oleh Mas Jaya Setiabudi di Group Facebook Juragan Forum bersama Jaya Setiabudi.
Kenapa Saya Jarang Membalas PERTANYAAN PRIBADI (inbox/sms/email)?
Tahun 2001, berawal dari seorang kawan yang menanyakan, “Bagaimana caranya mulai bisnis dengan tanpa modal..?”, saat itulah saya aktif sharing gratis kepada kawan-kawan tentang bisnis.
Berlanjut hingga tahun 2004, pertama kali saya diminta mengisi seminar oleh salah satu siswa universitas di Batam. Tak ada niatan yang lain, kecuali ingin berbagi sekaligus membantu beberapa mahasiswa yang mendapat tugas meng-organise seminar. Bahkan saya tak mau dibayar untuk seminar tersebut.
Sejak saat itu, semakin banyak undangan (gratis) untuk mengisi seminar dan memberikan mentoring one on one << yang ini saya yang bayarin. Sampai suatu saat istri saya bertanya, “Koq kamu sibuk tiap hari ngajarin orang bisnis, gratis lagi. Kenapa?”. Saya bingung, jadi saya jawab, “Seneng aja..”.
Karena semakin banyak yang ingin belajar bisnis, saya mulai kewalahan, kemudian bersama kawan-kawan penggerak UKM lain di Batam, dibentuklah Entrepreneur Association. Awalnya bernama Komunitas Wirausaha.
Dari 4 orang saat pertemuan pertama, hingga 70 orang tiap pertemuan (mingguan). Semua tetap gratis, bahkan kami yang subsidi untuk pulsa sms undangan dan kadang makanan/minuman.
Hari-hari saya semakin sibuk. Setiap tahun saya mengisi sekitar 120 kelas dan seminar di 50-an kota se-Indonesia. Gak peduli dibayar atau tidak, saya datang. Hingga waktu bagi keluarga dan juga bisnis, serta diri sendiri, habis tersita. Tentu tak semua instansi saya gratiskan. Kalo mereka perusahaan besar, ya saya charge profesional.
Sejak tahun 2010 saya mulai mengurangi porsi ‘keliling’ saya, apalagi sejak saya gandrung dengan TWITTER. Aha, inilah tools ‘dakwah bisnis’ saya yang massive. Sekali ngetik, ratusan ribu orang bisa menyimak bersamaan.
Tahun 2012, saat launching Yukbisnis, saya memutuskan untuk berhenti ‘keliling’ dan fokus ke Yukbisnis. Sebagai gantinya saya berikan sharing gratis di Kampus YEA per 2 mingguan bernama Juragan Forum (Jarum).
Jadi kenapa saya jarang atau malas membalas PESAN PERSONAL?
1.Saya prefer menjawab di Forum Masal, karena bisa ‘one to many’ >> sekali jawab untuk banyak orang belajar. Apalagi tak bersifat personal.
2.Pada dasarnya saya kurang suka mengetik, kecuali dapat bermanfaat bagi banyak orang, bukan perorangan.
3.Pertanyaannya terlalu umum dan sudah terjawab. Jadi saya anggap, mereka yang bertanya adalah orang yang ‘malas’ mencari dan membaca artikel saya lainnya. Alias mau gampangnya saja.
4.Saya ingin lebih banyak waktu untuk pribadi, keluarga dan bisnis, agar tak masuk dalam “Jebakan Pembina”.
5.Melatih kesabaran penuntut ilmu. Yang gak sabar, yan unfollow saja. Gitu aja koq repot…
6.Agar penanya juga jangan hanya bergantung pada saya. >> Berat tauu ‘digantungin’ banyak orang.
7.Kenapa saya katakan, “Kalo omzet dibawah 50 juta, belajarlah ke tukang gorengan pinggir jalan..” >> Justru yang protes dengan kalimat inilah yang sungguh sombong, karena meremehkan ilmunya tukang gorengan. Saya dulu juga belajar mengamati tukang gorengan.
Hampir setiap tulisan yang saya buat, setidaknya say abaca 3 kali sebelum posting. Termasuk guyonan dan sindiran saya. Jadi saya sadar, bukan ‘pingsan’.
Saya paham bahwa saya tak dapat memuaskan Anda semua, karena saya bukanlah alat pemuas. Kalaupun Anda puas semua, maka saya akan menjadi lemas.
Jadi… keep woles ajah..
Note: Tolong tambahkan “Hehehe..” di setiap tulisan saya yang terlalu serius, maka akan ada senyuman saya disana, hehehe..
Kenapa Mas Jaya Setiabudi Jarang Membalas PERTANYAAN PRIBADI
No comments:
Post a Comment